Selasa, 11 Mei 2010

Eksepsi Tergugat Dikabulkan, Gugatan MandiriRe Kandas

Saat sidang berlangsung hingga putusan dibacakan Marine and General Underwriting Ltd dan Crawley Warren International Ltd tak hadir di pengadilan.
Mon

PT MandiriRe International harus menelan pil pahit. Perusahaan jasa pialang asuransi itu tak berhasil menuntut Marine and General Underwriting Ltd membayar klaim PT Asuransi Ramayana senilai Rp14,8 miliar. Pasalnya, gugatan MandiriRe terhadap Marine serta Crawley Warren International Ltd dan PT Asuransi Ramayana (turut tergugat I dan II) dinyatakan tidak dapat diterima oleh majelis hakim yang diketuai Syarifuddin.

 

Dalam putusan yang dibacakan Selasa (11/5) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, majelis hakim menerima eksepsi Asuransi Ramayana sehingga pemeriksaan pokok perkara tidak bisa dilanjutkan. MandiriRe dinilai tidak memiliki kapasitas mengajukan gugatan karena tidak mendapat kuasa atau persetujuan dari Asuransi Ramayana.

 

Padahal, MandiriRe merupakan broker asuransi Asuransi Ramayana untuk menunjuk perusahaan reasuransi, yakni Marine. Perjanjian reasuransi itu terjalin pada 2003 untuk jenis asuransi marine hull insurance atas kapal-kapal milik PT Pagaruyung Prasetya Lines. Kerja sama dengan Marine and General Underwriting itu sendiri diperantarai oleh Crawley Warren International.

 

Dengan kedudukan sebagai broker, MandiriRe harus mendapat pelimpahan kewenangan dari Asuransi Ramayana. “Seharusnya Asuransi Ramayana mengetahui dan menyetujui pengajuan gugatan,” kata hakim anggota Sapawi saat membacakan putusan. Apalagi, jika gugatan dikabulkan akan menimbulkan konsekuensi hukum bagi Asuransi Ramayana. 

 

Dalam eksepsinya, Asuransi Ramayana menyatakan MandiriRe tidak berhak mengajukan gugatan lantaran bukan pihak dalam perjanjian reasuransi tersebut. Karena kedudukannya hanya sebagai perantara atau pialang (broker asuransi) yang mengurus kepentingan pihak lain, yakni Asuransi Ramayana.

 

Atas putusan ini, baik kuasa hukum MandiriRe Dedi Iskandar dan kuasa hukum Asuransi Ramayana, Rudi Setiawan menyatakan pikir-pikir atas putusan majelis hakim.

 

Saat sidang berlangsung hingga putusan dibacakan Marine and General Underwriting Ltd dan Crawley Warren International Ltd tak hadir di pengadilan. Hanya, Asuransi Ramayana yang nongol di persidangan. Akibatnya, persidangan perkara ini No.222/Pdt.G.2009/PN.JKT.PST ini tak menempuh tahap mediasi.

 

Penolakan klaim

Kasus ini bermula dari penolakan klaim reasuransi Asuransi Ramayana terhadap Marine atas kecelakaan kapal milik Pagaruyung, yakni MV Pagaruyung Lima pada 23 September 2003. Kapal itu tenggelam di Selat Bangka, Kepulauan Riau. Pagaruyung Prasetya lalu mengajukan klaim asuransi. Asuransi Ramayana lantas mengajukan klaim reasuransi ke Marine and General. Cuma, Marine menolak karena mengindikasikan penyebab kecelakaan kapal lantaran kelebihan muatan.

 

Ramayana akhirnya melunasi seluruh kewajiban pembayaran klaim Pagaruyung sebesar Rp15 miliar. Tapi, Ramayana juga mengirimkan somasi pada November 2004 dan menuding MandiriRe telah gagal memenuhi kewajibannya dengan menunjuk perusahaan reasuransi yang tidak layak. Asuransi Ramayana meminta MandiriRe untuk bertanggung jawab atas pelunasan klaim reasuransi sebesar Rp14,8 miliar. Oktober 2005, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mengabulkan gugatan Ramayana dan menghukum MandiriRe agar membayar Rp14,8 miliar.

 

Atas putusan ini, MandiriRe mengajukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta. Dan, hakim mengabulkan banding MandiriRe. Cuma, putusan kasasi di Mahkamah Agung (MA) akhirnya memenangkan Asuransi Ramayana. MandiriRe lantas menggugat Marine and General ke PN Jakarta Pusat.

 

Dalam gugatan, MandiriRe berpendapat kapal yang menjadi objek pertanggungan itu dalam keadaan layak berlayar, layak mengangkut kargo, dan tidak dalam keadaan kelebihan muatan. Peristiwa tabrakan kapal tersebut juga telah diputus oleh Mahkamah Pelayaran sebagaimana putusan No 819/05111/Mahkamah Pelayaran-04. Putusan itu intinya menyatakan bahwa pihak KM Pac Bintan bersalah atas peristiwa tubrukan dan MV Pagaruyung Lima tidak dalam keadaan overload.

 

Karena itu, Marine harus bertanggung jawab membayar klaim reasuransi Asuransi Ramayana. Karena itu, MandiriRe menuntut agar Marine membayar ganti rugi atas biaya-biaya yang dikeluarkan broker asuransi ini senilai Rp1,962 miliar. Selain itu, penggugat juga meminta ganti rugi atas wanprestasi senilai Rp14,8 miliar ditambah dengan bunga 6 persen per tahun sehingga nilai totalnya menjadi Rp22,459 miliar, serta ganti rugi immateril Rp50 miliar.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua