Rabu, 12 Mei 2010

Jurus Jitu Nunun Menghindari Hukum

Tak hanya sakit, ingatan yang sudah abu-abu diusung Nunun Nurbaeti menghindar jeratan hukum dan menjebloskan korban lain. Meniru mantan Bupati Lombok Barat dan Soeharto?
Inu







Taji Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah diuji. Memang, kalau soal itu banyak pihak yang ingin menjajal. Kali ini tantangan itu dilancarkan Nunun Nurbaeti. Memang, wanita ini seperti digdaya. Karena dia diyakini menjadi kunci untuk membuka perkara penyuapan anggota Komisi IX DPR RI periode 1999-2004, terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004.

 

Tapi, entah bagaimana dia menolak dihadirkan di pengadilan empat terdakwa penerima suap yang disidangkan secara terpisah. Keempat terdakwa itu adalah Dudhie Makmun Murod (F-PDIP), Endin AJ Soefihara (F-PPP), Hamka Yandhu (F-PG), dan Udju Djuhaeri (F-TNI/Polri). Padahal dalam surat dakwaan keempat terdakwa itu, Nunun punya peran jelas dan penting. Setidaknya untuk mengungkap motif atawa latar belakang penyuapan tersebut.

 

Sayang, yang ditunggu tak pernah menampakkan batang hidungnya. Bahkan dengan santai dia melenggang ke luar negeri pada 23 Maret 2010. Sehari sebelum dirinya dilarang ke luar negeri oleh KPK. Uniknya, tujuan Nunun keluar negeri, yaitu Singapura, menurut pengacara Partahi Sihombing adalah untuk menjalani perawatan.

 

Nunun yang istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun ini menderita lupa berat, alias vertigo migraine. Setidaknya itulah hasil diagnosis Andreas Harry, dokter spesialis saraf, tentang penyakit yang yang sudah diidap Nunun selama 3,5 tahun. Penyakit tersebut yang mengantar wanita ini untuk dirawat di Singapura.

 

Bertambah unik, karena dari hasil penelusuran KPK di rumah sakit tempat Nunun dirawat di Singapura, namanya tak ada dalam daftar pasien. Atau terdaftar sebagai pasien rawat jalan para dokter rumah sakit tersebut. Apalagi, dokter yang merawatnya, ternyata bukan memiliki spesialisasi menangani sakit seperti isi surat dokter pribadi Nunun di Indonesia.

 

“KPK mendapat kepastian, di rumah sakit yang disebut-sebut itu, tidak ada kaitan rawat-merawat dengan yang bersangkutan,” ungkap Juru Bicara KPK, Johan Budi SP.

 

Lalu, dimana Nunun berada? Apalagi, dari penelusuran KPK dapat disimpulkan, ternyata wanita sosialita itu tak dirawat untuk sakit yang tergolong berat. Lalu, apakah bila benar Nunun mengalami lupa berat, kasus ini akan menjadi misteri karena sama sekali tak terdapat fakta hukum apa motif penyuapan para mantan anggota komisi keuangan DPR periode 1999-2004?

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua