Utama

MA Laporkan Insiden Demo KAI ke Polisi

Berdasarkan keterangan Humas MA, KAI membantah adanya laporan polisi tersebut.
Oleh:
ASh/Rzk
Bacaan 2 Menit
MA Laporkan Insiden Demo KAI ke Polisi
MA Laporkan Insiden Demo KAI ke Polisi

Aksi unjuk rasa ratusan advokat dari Kongres Advokat Indonesia (KAI) di gedung Mahkamah Agung (MA) Rabu (14/7) kemarin berbuntut panjang. MA secara resmi melaporkan aksi unjuk rasa itu ke Polres Jakarta Pusat.

 

“Kami sudah laporkan kemarin sore (14/7) ke Polres Jakarta Pusat atas kejadian demo kemarin di MA,” kata Kabag Humas MA Andri Tristianto, di gedung MA, Kamis (15/7).

 

Dasar laporannya, menyangkut pengrusakan yang dilakukan pendemo yang diduga dari KAI di gedung MA. Diantaranya, pintu kaca lantai satu retak, pintu pagar besi dijebol, termasuk unsur fitnah dengan menuduh Ketua Muda MA menerima suap dari Peradi. “Biarlah nanti polisi yang mengusut kasus ini untuk mencari pelakunya,” kata Andre.

 

Soal kabar foto Ketua MA Harifin A Tumpa diinjak-injak pendemo, Andre mengaku tak mengetahui secara jelas. Namun, foto Ketua MA – yang biasanya terpampang di dinding tembok lantai 1 gedung MA – ketika kejadian berada di lantai.

 

“Kami tak melihat saat menginjak-injaknya, tetapi foto Ketua MA ada di lantai, karena massa banyak kita tak tahu siapa pelakunya, biarlah nanti yang polisi yang mengusut, kita hanya punya foto-foto dan dokumentasinya (rekaman video),” tegasnya.

 

Pasca kejadian demo KAI kemarin, setiap pintu gedung MA diperketat oleh satpam MA. Setiap pengunjung akan sedikit mengalami kesulitan untuk masuk ke pengadilan tertinggi itu.

 

Dimintai konfirmasinya, Abdul Rahim Hasibuan, Sekretaris Jenderal KAI, mengaku belum mendengar kabar tentang adanya laporan MA ke Kepolisian. “Nggak ada ah dilaporkan,” tukasnya. Sepengetahuan Rahim, MA dan KAI telah bersepakat menggunakan waktu seminggu untuk memperbaiki Surat Ketua MA Nomor 089 sebagaimana harapan KAI.