Kamis, 22 July 2010

Penggunaan Teknologi di Pengadilan Harus Tepat Sasaran

Akademisi Australia mengingatkan penggunaan teknologi di pengadilan harus sesuai dengan goal yang ingin dicapai, bukan sekedar asal keren. Di Australia, ketika teknologi diperkenalkan pertama kali di pengadilan, penolakan keras berasal dari para pengacara.
Ali









Seorang pejabat di sebuah lembaga peradilan di Indonesia pernah mengeluh. Sudah lebih setahun lembaganya meluncurkan registrasi perkara online melalui website resminya tetapi belum ada pihak yang menggunakan sarana itu.

 

Para pihak lebih memilih cara-cara konvensional untuk mendaftarkan perkara miliknya. Inilah salah satu contoh penggunaan teknologi yang "gagal" dimanfaatkan oleh pengguna.

 

Asisten Profesor Universitas Canberra Australia, Anne Wallace mengingatkan penggunaan teknologi di pengadilan harus berbasis kepada user di lapangan. “Sistem teknologi informasi yang bagus adalah berbasis kepada pengguna, bukan pada sistem itu sendiri,” ujarnya dalam Seminar bertajuk “Court Innovation and Technology” di Kampus Universitas Indonesia, Rabu (21/7).

 

Anne mengatakan penggunaan teknologi di pengadilan harus sesuai dengan sasaran yang hendak dituju. Misalnya, agar lebih efisien, transparan dan mudah diakses oleh masyarakat. “Penggunaan teknologi harus sesuai dengan sasaran-sasaran yang dikehendaki, bukan hanya sekedar terlihat keren,” tuturnya.

 

Lebih lanjut, Anne menambahkan pembangunan dunia peradilan harus dilakukan dari berbagai aspek. “Penggunaan teknologi hanya sebagai salah satu alat,” tuturnya. Ia mengatakan pengadilan harus menggunakan alat-alat yang lain sehingga membuat masyarakat merasa lebih dekat dengan dunia pengadilan.

 

Anggota Tim Reformasi Peradilan MA, Haemiwan Fathony mengutarakan masuknya teknologi ke pengadilan di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan. Menurutnya, teknologi dapat membuat masyarakat tidak lagi berjarak dengan pengadilan. “Dengan teknologi, pengadilan akan dengan mudah diakses,” tuturnya.

 

Meski begitu, lanjut Haemiwan, memasukan teknologi informasi ke dunia peradilan di Indonesia bukan pekerjaan mudah. Ia mengatakan bila dilihat dari sudut pandang ilmu teknologi memang bukan pekerjaan yang sulit. Namun, pekerjaan ini di lapangan akan terbentur masalah dana dan jumlah data yang melimpah.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua