Senin, 25 October 2010

Beberapa Segi Hukum tentang Somasi (Bagian II) Oleh: J. Satrio *)

Catatan Redaksi:
Artikel Kolom ini adalah tulisan pribadi Penulis, isinya tidak mewakili pandangan Redaksi Hukumonline

 

Anak kalimat Pasal 1243 BW yang berbunyi “jika sesuatu yang harus diberikan atau dibuatnya, hanya dapat diberikan atau dibuat dalam tenggang waktu yang telah dilampaukannya“ tertuju kepada peristiwa dimana debitur telah wanprestasi ex re.

 

Fungsi Penyebutan Waktu Pelaksanaan Eksekusi

Kalau penyebutan waktu dalam perjanjian tidak diartikan sebagai batas akhir debitur bisa berprestasi, apakah dengan begitu penyebutan waktu penyerahan menjadi sama sekali tidak berguna?

 

Tidak begitu, karena sekalipun ketentuan waktu disini bukan merupakan temijn batal (bukan batas akhir prestasi), namun ketentuan waktu tetap penting bagi kreditur, karena waktu itu menentukan, sejak kapan ia berhak untuk menuntut pemenuhan dan kalau somasi diberikan menjelang waktu itu dan menuntut agar debitur paling lambat harus berprestasi pada tanggal itu, maka sejak ketentuan waktu itu sikap tinggal diam dari debitur tidak perlu ditolerir.

 

Bagaimana kalau terjadi ada suatu perjanjian, dalam mana disepakati, bahwa pekerjaan memasang gorden dan perlengkapan rumah harus selesai pada suatu tanggal tertentu, apakah – apabila pekerjaan ternyata belum selesai -- dengan lewatnya tanggal itu saja debitur belum dapat dikatakan telah wanprestasi dan untuk itu masih perlu disomir?

 

Memang disini telah ditentukan hari kapan pekerjaan harus selesai, namun kita juga harus mempertimbangkan, apakah para pihak memang menghendaki ketentuan waktu sebagai suatu termijn batal. Ingat, dalam menafsirkan suatu perjanjian, kita harus mengutamakan mencari kehendak para pihak, demikian Pasal 1343 BW. Kalau begitu, bukankah dalam praktek sehari-hari ketentuan waktu tidak ditafsirkan sebagai termijn batal dan sudah umum bahwa sepakat waktu dilanggar ? Bukankah kebiasaan turut menentukan arti dari suatu perjanjian  (Pasal 1346 BW). Kalau ada bikin baju, dan memperjanjikan baju harus selesai pada suatu hari tertentu, bukankah sudah biasa waktu penyelesaiannya molor? Kiranya peristiwa seperti itu juga sering dialami orang yang mereparasikan motor, mobil atau barang elektronik pada seorang reparatur. Bukankah sudah biasa – ada kebiasaan -- anda menegur debitur berkali-kali – sebelum anda melancarkan gugatan --  dengan mana anda secara diam-diam menganggap waktu yang telah disepakati tidak dimaksudkan sebagai termijn batal? Berdasarkan Ps. 1343 jo Ps. 1346 BW perjanjian harus ditafsirkan sesuai dengan kehendak para pihak dengan memperhatikan kebiasaan setempat.

 

Kesimpulannya: pada asasnya, lewatnya waktu yang disepakati saja, tidak cukup untuk menganggap debitur telah wanprestasi.

 

Permasalahan. Bagaimana kalau ketentuan waktu dalam perjanjian jual beli berkaitan dengan barang yang harganya sangat fluktuatif (yang naik turunnya cepat sekali), atau apakah penyebutan waktu pengkapalan – menyerahkan untuk diangkut dalam kapal – untuk kapal tertentu bukan merupakan batas akhir, dan karenanya debitur tidak wanprestasi dengan lewatnya waktu itu?

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua