Jumat, 29 October 2010

Air Asia Kembali Kalah di Tingkat Banding

Majelis banding tidak menemukan hal-hal baru di dalam memori banding maupun kontra memori banding.
DNY
Air Asia kembali kalah di tingkat banding, Foto: Ilustrasi (Sgp)

Upaya banding yang dilakukan Air Asia terhadap putusan Pengadilan Negeri Tangerang tidak membuahkan hasil. Majelis hakim Pengadilan Tinggi Banten (Majelis Banding) menguatkan putusan Pengadilan Negeri Tangerang yang mengharuskan Air Asia membayar ganti rugi kepada konsumennya.

 

Gugatan pada Pengadilan Negeri Tangerang dilayangkan oleh Hastjarjo Boedi Wibowo terhadap Air Asia lantaran maskapai penerbangan tersebut membatalkan jadwal keberangkatan pada 12 Desember 2008 pukul 06.00 WIB. Akibatnya, Boedi menelan kerugian karena harus membeli tiket lain. Kerugian materiil diperhitungkan sebesar Rp961.900. Sementara, kerugian immateriil sebesar Rp100 juta.

 

Lewat putusan Pengadilan Negeri Tangerang, Air Asia harus membayar ganti rugi sebesar Rp806 ribu pada Boedi. Air Asia juga dihukum mengganti kerugian immateriil sebesar Rp50 juta. Hukuman itu dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Perdana Ginting serta beranggotakan Ismail dan I Gede Mayun, 4 Februari lalu.

 

Ganti rugi itu merupakan kompensasi pembayaran tiket Air Asia dan Lion Air dengan tujuan Jakarta-Yogyakarta, plus airport tax. Sedangkan kerugian immateriil timbul lantaran Boedi mengalami kepanikan dan gangguan konsentrasi karena keterlambatan pesawat. Ganti rugi immateriil juga dimaksudkan agar perusahaan penerbangan tidak sewenang-wenang pada penumpang pesawat.

 

Tak puas dengan putusan pengadilan tingkat pertama, Air Asia lantas mengajukan banding. Berdasarkan berkas yang diperoleh hukumonline, Air Asia merasa Pengadilan Negeri Tangerang telah melakukan kesalahan berat dalam menerapkan hukum acara.

 

Kesalahan itu antara lain dikarenakan pengadilan tingkat pertama tidak mempertimbangkan secara seksama surat keterangan tertanggal 30 November 2009 dan Maintenance Report, serta pembelaan-pembelaan Air Asia yang lain.

 

Putusan Pengadilan Tinggi Banten dibacakan 18 Oktober lalu oleh Ketua Majelis Zainal Arifin dengan H Sarifudin dan Franke H Sinaga masing-masing sebagai anggota Majelis.

 

Dalam pertimbangannya, majelis banding melihat dari memori banding yang disampaikan oleh Air Asia, maupun kontra memori banding dari pihak Boedi, tidak ditemukan hal-hal baru. Majelis hanya melihat pengulangan terhadap hal-hal yang disampaikan di dalam pengadilan tingkat pertama.

 

Setelah meneliti dan mempelajari secara seksama berkas acara, Berita Acara Pemeriksaan, dan turunan resmi putusan pengadilan, majelis banding sependapat dengan pertimbangan majelis hakim tingkat pertama bahwa penggugat berhasil membuktikan dalil gugatannya.

 

Karena itu, pertimbangan hukum pengadilan tingkat pertama tersebut diambil alih dan dijadikan pertimbangan hukum Pengadilan Tinggi Banten sendiri dalam mengadili perkara ini. Majelis kemudian memutuskan untuk menguatkan putusan Pengadilan Negeri Tangerang No. 305/Pdt.G/2009/PN.TNG tertanggal 4 Februari 2009.

 

Dimintai tanggapannya, juru bicara Air Asia, Audrey Progastama Petriny enggan memberikan keterangan. Dia mengaku masih mempelajari putusan, sehingga belum bisa berkomentar. 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua