Selasa, 28 December 2010

Maria Farida Indrati: Pantang Berhenti Mengasah Ilmu

BERITA TERKAIT

 

“Saat seleksi hakim MK periode penggantian, banyak teman yang menginginkan saya untuk jadi hakim konstitusi, saat itu presiden mendengarkan usulan pencalonan hakim konstitusi. Selanjutnya, salah seorang Watimpres meminta saya agar mau mengikuti fit and proper test, akhirnya saya mau meski saya sebenarnya tak tertarik menjadi hakim konstitusi,” ujar perempuan yang juga menjadi Ketua Komisi Perundang-undangan, Asosiasi Pengajar HTN dan HAN Tingkat Pusat.       

 

Pencalonannya menjadi hakim konstitusi sempat ada ketidaksetujuan dari anggota keluarganya. “Sebelum saya masuk sini (MK) suami saya setuju, tetapi anak saya ragu-ragu, alasannya kalau jadi pejabat seringkali dicap koruptor, masak nggak percaya sama Ibu,” jawab Maria meyakinkan sang anak.       

 

Misinya untuk menjadi hakim konstitusi adalah berusaha memberikan putusan yang bisa memberikan keadilan bagi masyarakat. “Misi saya berusaha untuk memutuskan sesuatu yang menurut hati nurani saya adalah kebenaran dan keadilan,” katanya. “Sejak dulu prinsipnya saya ingin mengabdi, kalau di kampus bagaimana saya memberikan pelajaran dengan baik, sedangkan di MK bagaimana memberikan putusan yang adil bagi masyarakat.”  

 

Ia merasa pengalaman sebagai dosen sangat membantu profesinya sebagai hakim konstitusi terutama untuk kasus pengujian UU. Menurutnya, ilmu yang didapat dan dikembangkan di universitas dapat menjadi masukan dalam putusan-putusan MK. “Ini mengharuskan dan memaksa saya selalu membaca untuk memahami permasalahan, seperti Pengujian UU Minerba, UU Kehutanan, masalahnya apa?”

 

Nampaknya, dunia mengajar sudah menyatu dalam jiwa ibu tiga orang anak itu. Pasalnya, di sela-sela kesibukannya sebagai hakim konstitusi, ia masih menyempatkan diri untuk mengajar di FHUI dan Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM).  

 

“Untuk program S-1 di FHUI Depok, saya biasanya ngajar hanya pembukaan dan penutupan kuliah, selebihnya yang memberikan perkuliahan dua asisten saya. Tetapi, saya intensif mengajar di STHM di Matraman dan program S-2 di FHUI Salemba,” ujar peraih penghargaan SK Trimurti Award 2010 dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia lantaran konsistensi dan integritasnya dalam membela demokrasi dan menegakkan hukum.  

 

Hal yang menjadi perhatian khusus Maria adalah masih banyaknya rancangan peraturan perundangan-undangan yang semestinya tidak layak menjadi UU. Seperti RUU Keolahragaan, RUU Kepemudaan, RUU Pramuka, RUU Pembantu Rumah Tangga. “Apakah kita bisa setiap orang memaksakan harus ikut pramuka, apakah ada sanksinya?” Kita punya menteri olahraga, kenapa tidak diatur dengan peraturan yang lebih rendah. Buat apa kita membuat UU, tetapi tak bisa dilaksanakan.”

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua