Selasa, 22 March 2011

Tarik Menarik dalam Menyusun Hierarki Perundang-Undangan

Pemerintah dan fraksi di DPR tarik menarik kepentingan dalam menyusun tata urutan perundang-undangan.
Ali Salmande/Kartini Laras M.

color:black">Proses p color:black;mso-ansi-language:IN">embahasan revisi mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">UU mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN"> No mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black"> mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">pada level Panitia Khusus  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">berlangsung alot mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">. Padahal nyaris tidak ada kelompok swadaya masyarakat, kecuali Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), yang memantau dan mengkritik proses pembahasan revisi itu.


color:black"> 


color:black">Penyebabnya tak lain karena materi yang sudah disepakati, acapkali harus ditinjau ulang hanya karena sebelumnya ada perwakilan fraksi yang tidak hadir. Beberapa kesepakatan tentang rumusan kembali mentah. “Beruntung”, rapat Pansus DPR dengan Pemerintah yang diwakili Kementerian Hukum dan HAM, seolah luput dari pantauan masyarakat. Toh, itu bukan jaminan proses pembahasan berlangsung mulus. Pansus sampai harus menggelar forum lobi karena tidak ada kata sepakat.


color:black"> 


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Salah satu topik pembahasan yang cukup ketat  color:black">adalah hierarki atau tata urutan peraturan perundang-undangan. Kesan bahwa ada tarik menarik fraksi di DPR dan Pemerintah sulit dihindari. Masing-masing pihak menginginkan usulannya masuk ke dalam tata urutan.


color:black"> 


color:black">Selama ini, berdasarkan Pasal 7 ayat (1) UU No 10 Tahun 2004, jenis dan hierarki peraturan berturut-turut adalah UUD 1945, Undang-undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu), Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden (Perpres), dan Peraturan Daerah (Perda). Hierarki tahun 2004 ini mengubah tata urutan terdahulu. Ketetapan MPR (TAP MPR) dihilangkan, Perppu disejajarkan dengan Undang-undang, dan Peraturan Menteri (Permen) tidak dimasukkan sama sekali.


color:black"> 


color:black">Posisi dari masing-masing jenis peraturan itulah yang menjadi ajang tarik menarik kepentingan. Menteri Hukum dan HAM, Patrialis, terus memperjuangkan masuknya Permen ke dalam hierarki selama rapat Pansus berlangsung. Patrialis berdalih di bawah rezim UU No 10 Tahun 2004, Permen acapkali dicuekin daerah karena tak masuk tata urutan peraturan perundang-undangan. Daerah lebih menghormati Perda ketimbang Permen. mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">“Permen seringkali dikalahkan oleh Perda,” ujarnya di Gedung DPR mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">, pekan lalu mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">. mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Patrialis menilai otonomi daerah sudah keluar dari rel. Contohnya, kasus pembalakan hutan di daerah. Daerah berlindung di balik Perda.  color:black;mso-ansi-language:IN">“Menteri tak bisa langsung menegur kepala daerah,” tuturnya.


color:black"> 


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Menurut Patrialis, situasi ini sudah sangat berbahaya.  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">Masuknya Permen ke dalam hierarki, kata sang Menteri, bertujuan agar Permen mempunyai daya ikat yang sangat kuat. Mau tidak mau, daerah tak lagi bisa lagi berkelit.


color:black"> 


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Selain keukeuh ingin memasukk mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">an Permen, Patrialis juga mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">ngotot mempertahankan Peraturan Presiden (Perpres) dalam hierarki. mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black"> mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">Sikap Patrialis bersebarangan dengan pandangan sejumlah anggota Fraksi PDI Perjuangan yang tak setuju Perpres masuk hierarki.


color:black"> 


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Arif Wibowo, politisi  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">PDIP mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black"> Perjuangan mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">, menilai tak tepat bila Perpres dimasuk color:black">k mso-ansi-language:IN">an ke dalam hierarki peraturan perundang-undangan.  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">Sebab mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">,  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">kata dia,  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">watak Perpres adalah “ mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">beleid regel” alias  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">peraturan kebijakan yang mengikat ke dalam color:black;mso-ansi-language:IN"> “Mengingat wataknya yang mengikat ke dalam (internal,-red),” jelasnya. color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">Lalu, Arif menggunakan analogi jika  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Perpres saja dianggap tak layak masuk hierarki, apalagi Permen. “Perpres dan Permen itu tak bisa masuk ke hierarki,”  color:black">sambungnya color:black;mso-ansi-language:IN">. color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Anggota mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">P mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">artai mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">M mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">oncong  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">P mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">utih mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black"> mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">lain mengkritisi jangan sampai keinginan Men color:black">teri Hukum dan HAM m color:black;mso-ansi-language:IN">emasuk color:black">k mso-ansi-language:IN">an Perpres dan Permen ke dalam hierarki mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">hanya mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">karena kepentingan sesaat.  color:black">Maksudnya color:black;mso-ansi-language:IN">, color:black"> kepentingan p mso-ansi-language:IN">emerintah color:black">an color:black;mso-ansi-language:IN"> Susilo Bambang Yudhoyono  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">yang tengah  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">berkuasa.  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">R mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">evisi UU No mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">10 mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black"> Tahun  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">2004 mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black"> mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">seharusnya bisa mempertimbangkan kepentingan j color:black;mso-ansi-language:IN">angka panjang. color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Perdebatan  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">soal ini berlangsung  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">alot. Ketua Pansus Sutjipto akhirnya menskors sidang dan menggelar lob mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">i mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN"> antar fraksi dengan Menkumham. Hasil lob color:black">i mso-ansi-language:IN"> menyatakan Perpres masuk ke dalam hierarki dan Permen akan dibahas kemudian.  color:black">“ mso-ansi-language:IN">Untuk posisi Peraturan Menteri dan SKB-SKB (Surat Keputusan Bersama Menteri,-red) nanti akan dibawa ke Panja (Panitia Kerja,-red). Nanti, kita bahas disana,” ujar Sutjipto. mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Sementara, TAP MPR disepakati secara bulat oleh DPR maupun Pemerintah untuk masuk ke dalam hierarki. “Jadi, kita sepakat memasukkan TAP MPR ke dalam hierarki peraturan perundang-undangan,” ujar Sutjipto.


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Patrialis menilai memasukk mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">an TAP MPR ke dalam hierarki sangat penting. Pasalnya, eksistensi TAP MPR dijamin oleh UUD 1945. Apalagi, saat ini ada sekitar 139 TAP MPR dari berbagai jenis yang masih eksis. “Ada yang bersifat regeling (pengaturan,-red), beschikking (keputusan,-red), atau einmalig (berlaku sekali pakai,-red),” ujarnya.


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">Kesepakatan ini didukung oleh mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN"> para anggota FPDIP. “Kami setuju TAP MPR dimasuk color:black">k mso-ansi-language:IN">an ke dalam hierarki,” ujar Anggota FPDIP dari Komisi II Yasona Laoly. Seperti diketahui Ketua MPR saat ini adalah Taufik Kiemas, politisi PDI Perjuangan.


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Langkah Mundur


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Pengajar Ilmu Peraturan Perundang-undangan UI Sonny Maulana Sikumbang menilai masuknya TAP MPR ke dalam hierarki merupakan langkah mundur. “Ini seperti mundur kembali ke belakang. Padahal, dahulu TAP MPR sudah dikeluarkan dari hierarki,” ujarnya kepada hukumonline, Senin (21/3). color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Sekedar mengingatkan, TAP MPR memang sempat masuk ke dalam hierarki peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam TAP MPRS No mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">. mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN"> XX mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">/MPRS/ mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">1966 dan TAP MPR No. mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">III mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">/MPR/ mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">2000. Namun, akhirnya TAP MPR dikeluarkan dari hierarki  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">sejak  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">2004. mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Sonny menduga adanya kepentingan politik antar lembaga color:black">ketimbang color:black;mso-ansi-language:IN"> kajian ilmiah dalam pembahasan revisi UU No mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black"> mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">10 Tahun 2004 ini. “Saya melihat sangat kental muatan politisnya,” ujarnya. Ia menilai ada upaya berlomba-lomba memasuk color:black">k mso-ansi-language:IN">an produk hukum miliknya ke dalam hierarki, sehingga membuat sebuah lembaga memiliki power. mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Contohnya, sikap FPDIP yang lebih ngotot memasu color:black">k mso-ansi-language:IN">kan TAP MPR dibanding mempertahankan Perpres. Sonny menduga ini ada hubungannya dengan MPR yang saat ini dipimpin oleh Taufik Kiemas, politisi senior asal PDIP. “Ini kan kepentingan jangka pendek,” ujarnya. mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Padahal, dari kajian secara ilmiah berdasarkan teori Hans Nawiasky, TAP MPR bukan termasuk peraturan perundang-undangan. “TAP MPR itu setara dengan UUD 1945. Dia norma dasar negara,” ujarnya. Karenanya, Sonny juga mengusulkan agar UUD 1945 harus dikeluarkan dari hierarki peraturan perundang-undangan. Menurutnya, mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">undang-undang mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN"> adalah peraturan perundang-undangan yang tertinggi. mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Sonny menyayangkan revisi UU No color:black">v mso-ansi-language:IN">10/2004 ini hanya memfokuskan kepada hierarki peraturan perundang-undangan, bukan kepada proses, metode atau teknik pembuatan peraturan perundang-undangan. “Fokusnya hanya eksistensi lembaga agar produk hukumnya lebih diakui,” ujarnya. color:black">


color:black"> 


color:black">Pengajar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Ni’matul Huda, juga berpendapat revisi kali ini sebaiknya memperjelas materi muatan. Perppu misalnya. Revisi harus sudah memperjelas batasan dan syarat-syarat agar Perppu bisa dikeluarkan. Presiden sebagai kepala pemerintahan tidak bisa seenaknya mengeluarkan Perppu. “Sebaiknya Perppu punya rambu-rambu yang jelas,” tegas Ni’matul Huda.


mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">Selain itu color:black;mso-ansi-language:IN">, ada persoalan penting yang harus di mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">bahas dalam revisi mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN"> ini mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">: bagaimana kedudukan peraturan yang diterbitkan lembaga-lembaga dan komisi negara mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">. mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black"> S mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">e mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">bagian peraturan lembaga atau komisi itu langsung diperintahkan Undang-Undang. mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">Misalnya, Peraturan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Peraturan Bank Indonesia (BI), Peraturan Mahkamah Agung color:black">, Peraturan Komisi Informasi, mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN"> dan sebagainya. Posisi dan kedudukan regulasi internal demikian harus jelas karena faktanya banyak dipakai dalam praktik.


color:black"> 


color:black">Belum lagi memposisikan persoalan perancangan perundangan-undangan yang terindikasi menyalahgunakan wewenang. Anda masih ingat kasus penghilangan “ayat tembakau” dalam pembahasan RUU Kesehatan kan? Undang-Undang tahun 2004 tak memuat sanksi terhadap mereka yang sengaja menghilangkan ayat atau frase tertentu demi kepentingan tertentu.


color:black"> 


color:black">Kalau tarik menarik kepentingan lebih mewarnai tata urutan atau hierarki, bukan pada substansi yang diatur, ada kekhawatiran revisi kali ini tidak akan bisa menutupi kelemahan UU No 10 Tahun 2004.   mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">“Karena itu, saya menilai revisi color:black">UU color:black;mso-ansi-language:IN"> No 10 Tahun 2004 ini tidak akan lebih baik,” pungkas Sony mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black;mso-ansi-language:IN">. mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black"> 


color:black">Kini, proses pembahasan revisi memasuki Panja yang bersifat tertutup. Apakah tarik menarik kepentingan akan lebih besar? Mudah-mudahan tidak.


 

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua