Rabu, 20 April 2011

‘Rapor Biru’ Implementasi UNCAC Indonesia

Apabila revisi KUHAP disahkan, maka sudah 80 persen implementasi UNCAC di Indonesia.
Fathan Qorib


color:black">Tiga tahun. Itulah waktu yang dibutuhkan Pemerintah Indonesia untuk mengikatkan diri secara resmi pada  mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">United Nations Convention Against Corruption Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">(UNCAC) mso-bidi-font-family:Arial;color:black">. Konvensi ini dirumuskan pertama kali di Arial;color:black">  color:black;mso-ansi-language:IN">Merida, Meksiko pada tanggal 9 mso-bidi-font-family:Arial;color:black">-11 Desember color:black;mso-ansi-language:IN">  color:black;mso-ansi-language:IN">2003 color:black">. Tepat pada 18 April 2006, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani UU No 7 Tahun 2006 sebagai tanda ratifikasi UNCAC. "Times New Roman";color:black">


color:black">  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">Terbitnya mso-bidi-font-family:Arial;color:black">  color:black">beleid mso-bidi-font-family:Arial;color:black">  color:black">itu semakin menegaskan bahwa Indonesia adalah bagian dari gerakan global melawan korupsi. Namun, UNCAC tidak diterima secara utuh oleh Indonesia. Pasal 1 ayat (1) UU No 7 Tahun 2006 menyatakan  mso-bidi-font-family:Arial;color:black">“Mengesahkan color:black">  color:black">United Nations Convention Against Corruption, 2003 color:black">  color:black">(Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi, 2003) dengan Reservation color:black">  color:black">(Pensyaratan) terhadap Pasal 66 ayat (2) tentang Penyelesaian Sengketa”. "Times New Roman";color:black">


color:black">  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">April tahun ini, undang-undang ratifikasi UNCAC memasuki ulang tahun ke-5. Sejauh ini, Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengusung semangat pemberantasan tindak pidana korupsi. Dua yang utama bahkan lahir jauh sebelum UNCAC hadir. Indonesia telah menerbitkan undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi pada awal tahun 1970-an (UU No 3 Tahun 1971). Undang-undang ini kemudian diperbarui dengan terbitnya color:black"> UU No 31 Tahun 1999 color:black"> sebagaimana diubah color:black"> UU No 20 Tahun 2001. "Times New Roman";color:black">


color:black">  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">Berikutnya, sebagai landasan terbentuknya komisi anti korupsi pertama di Indonesia, terbit mso-bidi-font-family:Arial;color:black">  color:black">UU No 30 Tahun 2002. Berdasarkan undang-undang ini juga lalu Indonesia membentuk pengadilan khusus korupsi. Namun, Mahkamah Konstitusi dalam putusannya memerintahkan agar pembentukan pengadilan khusus korupsi harus didasarkan pada undang-undang tersendiri. Oleh karenanya, kemudian lahir UU No 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. color:black">


color:black">  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">Undang-undang terkait pemberantasan korupsi sudah cukup banyak diproduksi legislator, kiprah Komisi Pemberantasan Korupsi pun semakin bertaji, tetapi apakah program pemberantasan korupsi di Indonesia sudah sejalan dengan UNCAC? Kunjungan dua ahli asal Inggris dan dua ahli asal Uzbekistan yang tergabung dalam Tim Peninjau Ulang UNCAC dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mungkin dapat memberikan jawaban atas pertanyaan di atas. "Times New Roman";color:black">


color:black">  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">Selama tiga hari, 14-16 Maret 2011, keempat ahli itu bertandang ke Kantor KPK di bilangan Kuningan. Mereka hendak melakukan review color:black"> terhadap implementasi UNCAC di Indonesia. Sebelumnya, tim yang sama juga pernah berkunjung ke Indonesia, Agustus tahun lalu. Dalam menjalankan tugasnya, Tim Peninjau Ulang menggunakan beberapa tolok ukur, di antaranya sektor regulasi.  "Times New Roman";color:black">


color:black">     color:black">


color:black">Selain KPK, Tim Peninjau Ulang juga berkomunikasi dengan sejumlah lembaga penegak hukum lainnya seperti  mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">Kepolisian, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Luar Negeri. Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">  color:black">Kalangan LSM juga dilibatkan dalam proses color:black"> review color:black"> implementasi UNCAC ini. mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">Hasilnya, implementasi UNCAC di Indonesia ternyata cukup “menggembirakan”. Tim, kata mso-bidi-font-family:Arial;color:black">  mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK Sudjanarko mso-bidi-font-family:Arial;color:black">, menyimpulkan regulasi Indonesia sudah mengadopsi mso-bidi-font-family:Arial;color:black">  mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">UNCAC Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">  color:black">hampir mso-bidi-font-family:Arial;color:black">  mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">80 persen. Bahkan mso-bidi-font-family:Arial;color:black">, lanjutnya, color:black">  color:black;mso-ansi-language:IN">bisa mencapai angka 90 persen Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">  color:black">jikalau revisi IN">  IN">Kitab Undang-u mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">ndang Hukum Acara Pidana (KUHAP) mso-bidi-font-family:Arial;color:black">  color:black">berhasil disahkan color:black;mso-ansi-language:IN">. color:black">


mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">  "Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">“Kalau nanti KUHAP mso-bidi-font-family:Arial;color:black">- color:black;mso-ansi-language:IN">nya ditandatangani (disahkan, red), kita hampir 80-90 persen. Karena KUHAP kita juga meng color:black">- color:black;mso-ansi-language:IN">adop color:black">t color:black;mso-ansi-language:IN">artikel-artikel konvensi. Itu semangatnya bagus,” ujar Sudjanarko yang juga ditunjuk sebagai color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">National Vocal Point IN">dalam mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:Arial;color:black">kegiatan  mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">review Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">kali ini. "Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">  "Times New Roman";color:black">


color:black">Dia menambahkan hasil  mso-bidi-font-family:Arial;color:black">r mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">eview Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">  color:black">implementasi UNCAC  mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">nantinya dijadikan sebuah mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:Arial;color:black">rencana aksi color:black">  color:black;mso-ansi-language:IN">bagi Indonesia untuk me mso-bidi-font-family:Arial;color:black">lakukan perbaikan di beberapa sektor, khususnya regulasi. Misalnya, melalui peraturan perundang-undangan di sektor keuangan dan perbankan, dapat dimasukkan klausul pencegahan tindak pidana korupsi. color:black">  color:black;mso-ansi-language:IN">“Paling tidak kita punya potret yang Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">legal Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">karena ini (review, red) dilakukan oleh PBB,” IN"> Sudjanarko berharap. "Times New Roman";color:black">


color:black">  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">Busyro Muqoddas, Ketua KPK, mengatakan color:black"> review color:black">  color:black">Tim PBB dapat mso-bidi-font-family:Arial;color:black">  mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">menjadi masukan untuk memperbaiki implementasi UNCAC. “Hasil akhir peninjauan ulang diharapkan bisa mengidentifikasi dan memberikan masukan untuk perbaikan implementasi UNCAC di Indonesia, mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">” color:black"> ujarnya. "Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">  "Times New Roman";color:black">


color:black">Pekerjaan Rumah


color:black">Berangkat dari mso-bidi-font-family:Arial;color:black">  color:black">review mso-bidi-font-family:Arial;color:black">  mso-bidi-font-family:Arial;color:black">implementasi UNCAC ini, kata Sudjanarko, KPK juga menyadari bahwa beberapa substansi UNCAC masih belum terserap. Misalnya, terkait IN">  IN">keterlibatan warga negara asing dalam IN"> tindak color:black">  color:black;mso-ansi-language:IN">pidana korupsi. color:black;mso-ansi-language:IN">  color:black">Selain itu, yang belum diatur dalam regulasi Indonesia adalah tindak pidana korupsi di sektor swasta dan mekanisme penjebakan. "Times New Roman";color:black">


color:black">  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:black">


mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">“Kalau di kita kan sekarang (jebakan, red) hanya boleh terkait kasus color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">drugs Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">atau narkotik, tapi korupsi belum. Padahal, IN"> K mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">onvensi UNCAC memperbolehkan hal itu,” kata Sudjanarko. color:black">


color:black">  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">Beberapa substansi UNCAC yang belum terjaring regulasi Indonesia sebenarnya berpeluang dimasukkan dalam RUU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (RUU Tipikor) yang tengah disiapkan pemerintah. Sedari awal, RUU ini memang diproyeksikan untuk menyerap sebanyak mungkin substansi UNCAC. Soal color:black"> keterlibatan warga negara asing color:black"> dalam tindak pidana korupsi, misalnya, akan diatur dalam RUU tersebut. "Times New Roman";color:black">


color:black">  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">Selain itu, hal baru lainnya yang belum tercantum dalam undang-undang yang kini berlaku adalah aturan tentang benturan kepentingan dan korupsi di sektor swasta. Sayang, RUU yang banyak diharapkan kalangan penggiat anti korupsi ini “tersendat” proses pembahasannya. Beberapa waktu lalu, pemerintah memutuskan mso-bidi-font-family:Arial;color:black">  color:black">untuk menarik kembali color:black"> draf RUU Tipikor dari Sekretaris Negara lantaran diprotes sejumlah kalangan, termasuk KPK. "Times New Roman";color:black">


color:black">  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">Draf versi pemerintah dituding berpotensi melemahkan program pemberantasan korupsi, khususnya taji KPK. Beberapa indikator yang dianggap mengarah pada pelemahan program pemberantasan korupsi adalah rencana penghilangan kewenangan penuntutan pada KPK –meski akhirnya urung dimasukkan- atau Arial;color:black">  color:black">penghapusan pidana minimal. Ekstremnya, RUU Tipikor dituding berpotensi suburkan korupsi. "Times New Roman";color:black">


color:black">  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">Di satu sisi, penarikan RUU Tipikor perlu disambut positif dalam arti demi menciptakan draf RUU yang lebih baik dan sejalan dengan semangat pemberantasan korupsi. Namun, di sisi lain, penarikan ini juga perlu diwaspadai agar jangan berujung pada pembatalan. Pasalnya, semangat di balik penyusunan RUU Tipikor justru positif yakni mengakomodir semaksimal mungkin nilai-nilai UNCAC. mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">Pada bagian penjelasan RUU Tipikor, berdasarkan dokumen yang diperoleh mso-bidi-font-family:Arial;color:black">  color:black">hukumonline,  mso-bidi-font-family:Arial;color:black">secara eksplisit disebutkan bahwa “Sebagian besar ketentuan di dalam Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi, 2003 telah diadopsi di dalam undang-undang ini ditambah dengan rumusan baru untuk dapat menjangkau berbagai modus operandi perbuatan korupsi, maka disusun rumusan tindak pidana korupsi yang lebih lengkap dan sesuai dengan asas-asas hukum pidana yang berlaku di Indonesia”. color:black">


color:black">  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">Masih terkait UNCAC, Indonesia juga masih memiliki “pekerjaan rumah” RUU Perampasan Aset. Berdasarkan informasi situs www.dpr.go.id, RUU ini termasuk dalam daftar RUU prioritas tahun 2011. color:black">  color:black;mso-ansi-language:IN">“Jadi kalau itu sudah disahkan baru bisa dipegang dan dijadikan mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">working document mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">,” ujar Sudjanarko. mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black">Di luar KPK, instansi lain berharap  mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">review Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">yang dilakukan Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">  color:black">Tim color:black;mso-ansi-language:IN">PBB  mso-bidi-font-family:Arial;color:black">membuahkan dampak positif. color:black">  color:black;mso-ansi-language:IN">Direktur Hukum Internasional Kemen mso-bidi-font-family:Arial;color:black">terian Hu mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">kum color:black"> dan HAM Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">  mso-bidi-font-family:Arial;color:black;mso-ansi-language:IN">Chairijah color:black"> bahkan berharap kegiatan color:black"> review mso-bidi-font-family:Arial;color:black">implementasi UNCAC di Indonesia dapat menjadi bekal untuk bertukar informasi dengan negara lain. Apalagi, hasil color:black"> review color:black">  color:black">Tim PBB menyatakan regulasi Indonesia sudah cukup banyak mengakomodir UNCAC. mso-fareast-font-family:"Times New Roman";color:black">


color:black"> 


Sementara, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus HM Amari berharap review PBB bisa menjadi cambuk bagi aparat penegak hukum Indonesia untuk lebih mengoptimalkan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Amari berpendapat aspek pencegahan seharusnya dikedepankan ketimbang penindakan. “Berbagai masukan yang disampaikan tentu menjadi referensi bagi Kita semua nantinya,” ujarnya. color:black">


 

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua