Senin, 25 July 2011

Panitera MA Pernah Dihadiahi Mesin Fax

Juga mengaku pernah ditawarin hadiah oleh seorang pengacara senior.
Agus Sahbani
Komisi Yudisial (KY) kembali gelar wawancara terbuka seleksi calon hakim agung 2011. Foto: SGP

Komisi Yudisial (KY) kembali menggelar tahap wawancara terbuka seleksi calon hakim agung. Hari ini, Senin (25/7), giliran enam calon yakni Sunarto (Inspektur Wilayah II Bawas MA), Sudirman (Hakim PT Tanjung Karang), Rahmi Mulyati (Paniter Muda Perdata Khusus MA), Suhadi (Panitera MA), Iing R Sodikin (BPN Sumatera Utara), dan Hary Djatmiko (Hakim Pajak DKI Jakarta).

 

Kepada tim panel, Suhadi mengaku pernah menerima pemberian dari seorang pengacara saat menjadi Ketua Pengadilan Negeri Sumedang beberapa tahun yang lalu. Pengakuan itu terlontar saat menjawab pertanyaan Komisioner KY bidang Rekrutmen Hakim Taufiqurrahman Syahuri.   

 

Suhadi mengatakan pemberian itu terjadi setelah dirinya melakukan eksekusi delegasi dari Pengadilan Negeri Bandung dalam perkara sengketa tanah. Lalu, pihak pengacara dari pihak yang menang menawarkan sesuatu.

 

“Pengacara itu bilang kepada saya, apa yang saya bisa bantu. Saya bilang, saya tidak meminta apa-apa, tetapi kita sering kesulitan melakukan pelaporan terkait tahanan ke Pengadilan Tinggi (Bandung), sementara pengadilan tidak mempunyai mesin faximili. Lalu kita dikasih mesin fax,” kata Suhadi.

 

Suhadi mengakui penerimaan mesin fax itu memang merupakan hal yang tidak patut. “Memang ini bentuk kekeliruan saya, lantaran saat itu kita tidak mempunyai mesin fax sama sekali untuk mengirim laporan tahanan,” akunya.

 

Jika di Sumedang, "pertahanan" Suhadi jebol oleh mesin fax, tidak demikian halnya ketika dia bertugas di Tangerang. Saat menjabat Ketua Pengadilan Negeri Tangerang, Suhadi mengaku pernah menolak pemberian uang dari seorang pengacara senior terkait penanganan perkara penyalahgunaan shabu-shabu. Pengacara senior yang juga kerap membela terdakwa korupsi itu bahkan langsung menemui Suhadi di ruangannya.

 

Dalam pertemuan itu, si pengacara senior menawarkan “oleh-oleh”, tetapi Suhadi menolaknya. “Dia menawarkan ‘oleh-oleh’, saya katakan apa ini? Saya bilang maaf saya tidak boleh menerima apa-apa dari siapapun dalam pelaksanaan tugas. Terus saya mengingatkannya bahwa di ruangan ini ada kamera CCTV, setelah itu dia keluar,” ungkapnya.             

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua