Selasa, 09 Agustus 2011

Teluk Jakarta Layak Jadi Cagar Alam

Inu

Pemerintah diminta menetapkan Teluk Jakarta dan Selat Sunda sebagai cagar alam. Pasalnya, kedua kawasan menjadi habitat penting burung laut Cikalang Christmas. Tapi, kedua kawasan tersebut kini tercemar, menjadi tempat perburuan, dan dipenuhi perangkap ikan nelayan yang membahayakan populasi salah satu spesies langka dunia ini.

 

Mengetahui risiko kepunahan dan bagaimana menyelamatkan salah satu burung langka ini termasuk dalam kegiatan ‘Survei Burung Laut Indonesia’ oleh LSM Burung Laut Indonesia mulai Juli 2011 – Juli 2012. Tim akan memantau kehadiran spesies ini, mendata dan menilai ancaman, serta langkah untuk melindungi Burung Cikalang Christmas. “Partisipasi masyarakat diperlukan untuk melindungi salah satu burung laut langka ini,” terang Fransisca Noni salah satu anggota survei seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (9/8).

 

Tim akan menggandeng warga lokal, nelayan, pemilik perangkap ikan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), manajemen pelabuhan dan operator kapal. Tujuannya, untuk menggambarkan rincian ancaman terhadap burung-burung di Teluk Jakarta. Serta berkolaborasi dengan pihak yang lain untuk membantu dan belajar tentang konservasi burung laut.

 

Cikalang Christmas tergolong burung laut dengan warna bulu hitam, bentuk besar, dan ekor bercabang panjang. Data LSM ini, hanya sekira 3.000-4.000 ekor yang masih hidup di dunia. Burung ini berkembang biak di Pulau Christmas (Australia) tampaknya lebih suka mencari makanan di perairan Indonesia, khususnya kedua tempat dan kerap berkumpul di sekitar Pulau Rambut, kurang lebih empat kilometer lepas pantai dari Jakarta.

 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua