Kamis, 18 Agustus 2011

MA Perberat Hukuman Haposan Hutagalung

Ali

mso-ansi-language:EN-US">Mantan pengacara Gayus Tambunan, Haposan Hutagalung harus menelan pil pahit. Alih-alih mengajukan kasasi, Mahkamah Agung malah memperberat hukuman advokat anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) itu.

mso-ansi-language:EN-US"> 

mso-ansi-language:EN-US">Haposan yang awalnya dihukum sembilan tahun penjara diperberat menjadi 12 tahun. Hukuman ini diambil secara bulat oleh majelis hakim agung yang terdiri dari Artijo Alkostar, Krisna Harahap dan Syamsul Chaniago EN-US">.

mso-ansi-language:EN-US"> 

mso-ansi-language:EN-US">Krisna Harahap, ketika dikonfirmasi, menyatakan Haposan secara sah dan meyakinkan bersalah menghalang-halani secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di pengadilan terhadap tersangka atau terdakwa atau saksi dalam perkara korupsi.

mso-ansi-language:EN-US"> 

mso-ansi-language:EN-US">“Selain itu Majelis juga berpendapat bahwa Haposan telah terbukti secara sah dan meyakinkan menjanjikan atau memberi sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara EN-US">,” kata Krisna, Kamis (18/8).

mso-ansi-language:EN-US"> 

mso-ansi-language:EN-US">Dalam perkara pertama, Haposan dinyatakan terbukti menghalangi penyidikan perkara Gayus Tambunan karena bersama-sama Andy Kosasih dan Lambertus Palang Ama  merekayasa mso-ansi-language:EN-US">asal-muasal rekening Rp28 mil EN-US">iar mso-ansi-language:EN-US">milik Gayus Tambunan EN-US">yang didapat mso-ansi-language:EN-US">dari mso-ansi-language:EN-US">hasil manipulasi pajak beberapa perusahaan EN-US">.

mso-ansi-language:EN-US"> 

mso-fareast-font-family:Calibri;mso-fareast-theme-font:minor-latin;mso-bidi-font-family:
"Times New Roman";mso-bidi-theme-font:minor-bidi;mso-ansi-language:EN-US;
mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA">Sementara pada perkara kedua, Haposan dinyatakan terbukti menyuap mantan Kabareskrim Susno Duadji melalui Sjahril Djohan sebesar Rp500 juta. Tujuannya agar Bareskrim mempercepat penanganan kasus arwana yang diadukan oleh klien Haposan.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua