Senin, 19 September 2011

Untuk Pengawasan, MA Andalkan Pengadilan Tinggi

 

“Jumlah perkara ini berarti mengalami peningkatan sekitar 80,50 persen sejak tahun 2005, sementara jumlah hakim agung tidak bertambah, kini hanya ada 48 hakim agung. Ini tantangan tersendiri bagi MA dalam menghadapi beban kerja yang terus meningkat,” kata pria kelahiran Makassar yang akan memasuki pensiun tahun depan.  

 

Rakernas MA 2011 yang mengangkat tema “Meningkatkan Peran Pengadilan Tingkat Banding sebagai Kawal Depan Mahkamah Agung” ini diikuti sekitar 1739 orang yang terdiri dari pimpinan pengadilan beserta panitera/sekretaris, para hakim agung, pimpinan MA, dan pejabat struktural di MA.

 

Tak heran jika Rakernas MA 2011 ini dianggap Rakernas akbar yang membahas capaian program yang bersifat teknis yudisial dan nonteknis yudisial seperti aspek administrasi peradilan dan organisasi peradilan. Selain itu, pertemuan tahunan lembaga tertinggi peradilan yang berlangsung 19-22 September ini menelan biaya sekitar Rp5 miliar.      

 

Sistem kamar

Dalam kesempatan itu, MA secara resmi menetapkan berlakunya sistem kamar dalam penanganan perkara di MA. Harifin mengaku telah menandatangani penerapan sistem kamar lewat Surat Keputusan Mahkamah Agung (SKMA) No 142/KMA/SK/IX/2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Kamar pada MA. SK MA ini dari dua bagian, yaitu SK yang mengatur pengesahan sistem kamar itu dan lampirannya yang berlaku efektif pada 1 Oktober 2011. 

 

Menurut Harifin, SK MA ini mengatur bahwa tata cara dan implementasi sistem kamar tersebut yang terdiri dari lima kamar yaitu kamar pidana, perdata, agama, TUN, dan Militer.  Selain itu, SK MA ini digenapkan dengan tambahan dua instrumen hukum lain, yaitu SKMA tentang Penunjukan Ketua Kamar dan SKMA tentang Penunjukan Hakim Agung sebagai Anggota Kamar Perkara dalam Sistem Kamar Pada MA. 

 

“Kita berharap implementasi sistem kamar bisa efektif dan segera menunjukkan hasil positif serta mampu menghasilkan putusan yang berkualitas,” harapnya.

 

Sementara itu Ketua Panitia Rakernas MA 2011 Widayatno Sastro Hardjono dalam sambuatannya mengatakan Rakernas tahun memiliki dua perbedaan selain peserta yang cukup banyak, juga pelaksanaan Rakernas memanfaatkan teknologi informasi. Seperti, bahan-bahan Rakernas disediakan secara online di rakernas.mahkamahagung.go.id.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua