Rabu, 21 September 2011

Rekanan Kemenpora Terbukti Menyuap

Sebagai ucapan terima kasih karena telah memenangkan PT DGI sebagai pelaksana proyek pembangunan wisma atlet.
Fat
Manajer Marketing PT Duta Graha Indah Muhammad El Idris, rekanan kemenpora terbukti menyuap. Foto: SGP

Manajer Marketing PT Duta Graha Indah Muhammad El Idris menyusul nasib mantan Direktur Marketing PT Anak Negeri Mindo Rosa Manulang yang divonis bersalah menyuap sejumlah penyelenggara negara terkait proyek pembangunan wisma atlet di Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan.

 

Pemberian dalam bentuk cek tersebut ditujukan kepada Sekretaris Kemenpora Wafid Muharram, Anggota DPR Muhammad Nazaruddin dan sejumlah pejabat di Provinsi Sumatera Selatan sebagai ucapan terima kasih karena telah memenangkan PT Duta Graha sebagai pelaksana proyek.

 

Atas perbuatannya, terdakwa El Idris divonis dua tahun penjara dan denda Rp200 juta subsidair enam bulan kurungan. Terdakwa El Idris dianggap terbukti melanggar dakwaan primair, yakni Pasal 5 Ayat 1 huruf b UU Pemberantasan Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) jo. Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

 

"Terdakwa Mohammad El Idris terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan korupsi sebagai perbuatan perbarengan," ujar Ketua Majelis Hakim Suwidya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (21/9).

 

Dari total nilai proyek sebesar Rp191 miliar, lanjut Suwidya, terbukti di persidangan jatah success fee untuk Nazaruddin sebesar 14 persen, komite pembangunan wisma Atlet 2,5 persen, panitia pengadaan 0,5 persen dan Wafid 2 persen. "Pemberian dilakukan karena para penyelenggara negara tersebut telah mengupayakan agar PT DGI menjadi pemenang proyek pembangunan wisma atlet dan gedung serbaguna Provinsi Sumatera Selatan."

 

Terdakwa juga telah memberikan empat lembar cek kepada Anggota DPR M Nazaruddin sebagai bentuk realisasi dari komitmen fee 14 persen karena PT DGI sudah diupayakan sebagai pemenang tender. "Jika pemberian itu tidak dilakukan dikhawatirkan perusahaan terdakwa tidak mendapatkan proyek," ujar Hakim Anggota I Made Hendra.

 

Pada Juni 2010 lalu, terdakwa bertemu dengan Nazaruddin di kantor PT Anak Negeri dan menyatakan keinginannya agar PT DGI dapat turut serta dalam proyek yang akan dikerjakan Nazaruddin. Kemudian terdakwa diminta untuk berhubungan dengan Mindo Rosalina Manulang untuk menindaklanjuti kerjasama tersebut. Lalu Nazaruddin menyampaikan bahwa jika ada proyek di Kemenpora PT DGI diikutsertakan.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua