Jumat, 13 January 2012

Dari Klaten ke Jakarta, Memperjuangkan Kesetaraan

Tak mudah, tetapi Widodo alias Shakila bertekad tak akan surut pula melakoni tantangan yang menghadang.
FNH
Widodo memperjuangkan kesetaraan bagi kaum LGBTI. Foto: Sgp
BERITA TERKAIT


Separuh dari usianya kini, Widodo Budidarmo (40) tiada henti berupaya mensejajarkan orang-orang ‘serupa’ dengannya dalam masyarakat. Meski secercah harapan, tak akan diam dia mengejarnya. 



Nama Widodo memang akrab di telinga penggiat hak asasi manusia. Dialah pendiri Arus Pelangi. Sebuah organisasi nonpemerintah yang memperjuangkan kesamaan hak kaum lesbian, gay, biseksual, transgender, dan interseks (LGBTI). Organisasi ini selalu berupaya untuk mempengaruhi pemikiran masyarakat akan kesamaan hak LGBTI. 



Widodo bersama Arus Pelangi, terus mewarnai pemberitaan tentang LGBTI yang dipojokkan dan mendapat perlakuan tak setara. Bahkan, tak ada kata gentar untuk berdialog dengan pejabat pemerintah yang menurutnya masih menjadi alat untuk meminggirkan Widodo maupun rekan-rekannya. 



Dia lahir dari keluarga sederhana di Klaten, Jawa Tengah. Dilahirkan sebagai anak ke tujuh dari delapan bersaudara, Widodo hanya bersekolah hingga tingkat SMP. “Saya tidak lanjutkan ke SMA karena saya memang tidak suka sekolah. Menurut saya sekolah hanya tempat pembodohan manusia,” kata Widodo lantang. 



Meski demikian, dia bersyukur di daerah asalnya, orang sepertinya tak dikucilkan dalam pergaulan baik keluarga, lingkungan, maupun sekolah. Karena itu setelah berhenti sekolah, dia hendak merantau ke Jakarta. Tujuannya hanya satu, melihat bagaimana kehidupan orang sepertinya. 



Keinginan itu mendapat dukungan penuh dari orang tua dan saudara-saudaranya. Hidup di Jakarta pun terasa aman karena dia mendapat dukungan dana dari keluarga. Tetapi, Widodo tetap berusaha mandiri. Dia sempat bekerja di sebuah perusahaan retail. Selain di Jakarta, Widodo juga sempat berwiraswasta membuka warung di Semarang, dan bergadang peci di Yogyakarta.  



Tapi, meski hidup aman di Jakarta, dirinya tetap terkoyak ketika mengetahui sendiri bagaimana orang sepertinya diperlakukan. Sering dia melihat cemoohan yang mampir ke orang-orang sepertinya. Belum lagi para wanita dalam tubuh pria yang mencoba mencari makan dengan menjajakan diri di jalanan selalu diperlakukan jahat oleh petugas penjaga ketentraman kota maupun Kepolisian. 

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua