Kamis, 19 Januari 2012

Polisi Butuh Penerjemah Tangani Kasus Pemalsuan Dollar

rfq

 

Setelah membekuk dua orang asal benua Afrika terkait kasus pemalsuan mata uang Dollar Amerika Serikat, penyidik menindaklanjutinya dengan melakukan pemeriksaan tersangka. Namun, petugas mengalami kesulitan bahasa untuk memeriksa kedua tersangka yakni IM asal Zambia dan EJ asal Mozambik.
 

“Kita memang kesulitan masalah penerjemah. Dia (menggunakan) bahasa Urdu,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Saud Usman Nasution kepada wartawan, Kamis (19/1). Kendala bahasa, menurut Saud, membuat pengembangan kasus sulit dilakukan.
 

Sekedar diketahui, IM dan EJ dibekuk di Apartemen Taman Rasuna Tower 18, Senin kemarin (16/1). Awalnya, polisi menduga keduanya adalah pengedar narkoba. Namun, ketika dibekuk, polisi uang dollar palsu nominal AS$100 sebanyak 13.500 lembar.

Orang Afrika berbahasa Urdu ?
 - Harro Salim, Ir., SH.,MEngSc., MIEAust
20.01.12 08:26
Maaf sebagai penerjemah terakreditasi, saya baru pertama kali dengar orang Afrika berbahasa Urdu. Kalau misalnya berbahasa Swahili, ya memang itu yang sering digunakan di benua Afrika disamping bahasa Arab. Jangan sampai besok polisi menangkap pelanggar hukum Tibet, tapi tidak bisa mengerti karena mereka berbahasa Eskimo. Terima kasih
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua