Senin, 16 July 2012

BEI Ajukan Izin Penyatuan Sistem Perdagangan Derivatif

Pelaku pasar menyambut positif rencana BEI tersebut.
ANT


Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengajukan izin penyatuan sistem perdagangan produk derivatif kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) ke dalam JATS Next G (Jakarta Automatic Trading System Next Generation). Hal ini disampaikan Direktur Perdagangan dan Keanggotaan BEI, Samsul Hidayat di Jakarta, Senin (16/7).




Samsul mengatakan, produk derivatif akan masuk ke dalam sistem perdagangan JATS Next G, sehingga dapat dilihat dalam satu platform. “Saat ini kami tengah rule making rule dengan perusahaan sekuritas yang menjadi anggota bursa. Jika tidak ada kendala maka setelah lebaran nanti, kami ajukan izinnya ke Bapepam-LK untuk difinalisasi,” katanya.




Dijelaskan Samsul, sistem JATS Next G saat ini sudah dapat mengimplikasikan perdagangan produk derivatif di pasar modal. Namun, hal itu masih dipersiapkan proses integrasi sistemnya dengan back office anggota bursa. Menurutnya, produk derivatif bukan hal yang baru di BEI, karena produk seperti Kontrak Opsi Saham atau Indeks Future sudah pernah ditransaksikan sebelumnya. Namun, perdagangannya relatif minim.




Oleh karena itu, pihak Bursa akan melakukan revitalisasi dengan aset dasarnya adalah saham dan indeks LQ-45. “Jika produk derivatif sudah aktif ditransaksikan investor maka dapat dimanfaatkan anggota bursa sebagai lindung nilai atas portofolio investasinya,” ujarnya.




Respon dari pelaku pasar terkait produk derivatif cukup positif menyambut rencana BEI itu. Apalagi, kata Samsul, produk derivatif di bursa negara tetangga cukup aktif. Ia menambahkan, selanjutnya pihak Bursa akan melakukan sosialisasi terkait mekanisme perdagangan produk derivatif kepada anggota bursa maupun investor.




Samsul menyebutkan ada tiga produk derivatif yang akan diluncurkan ulang BEI dalam waktu dekat yaitu, waran terstruktur (structured warrants), kontrak opsi saham (new option), dan Indeks Futures LQ-45.




Direktur Eksekutif PT Trimegah Securities, Karman Pamurahardjo, menambahkan produk derivatif di pasar modal dalam negeri memang perlu dikembangkan karena dapat menjadi lindung nilai (hedging), tingkat pinjaman broker kepada nasabah (leverage), dan juga sebagai pemasukan (income). "Menurut saya memang harus dikembangkan," tuturnya.




Sebelumnya, Direktur Teknologi Informasi, Adikin Basirun, mengatakan pihaknya telah menunjuk NASDAQ-OMX untuk menjadi vendor penyedia jasa sistem perdagangan dua produk derivatif baru dengan menggunakan sistem X-Stream Platform. Dia berharap sistem perdagangan saham elektronik JATS-Next G dapat dipergunakan untuk melakukan perdagangan multi produk. Nantinya perdagangan saham dan produk derivatif akan dapat diperdagangkan dalam satu platform.




Bursa juga telah menunjuk PT Insight Consulting sebagai Project Manager pengembangan sistem perdagangan itu dan PT Price Waterhouse Cooper sebagai Quality Assurance. Selain itu, otoritas pasar modal telah menerbitkan Project Charter, Spesifikasi Bisnis, sistem order jarak jauh (Order Remote Interface/ORI) dan Quote Remote Interface, spesifikasi laporan, Billing Specification, dan Datafeed Specification.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua