Selasa, 28 Agustus 2012

Holding BUMN Pangan Akhir 2014

Dilakukan bertahap dan dimulai dari BUMN sejenis.
ant
Menteri BUMN Dahlan Iskan canangkan pembentukan BUMN Pangan rampung akhir 2014. Foto: Sgp


Menteri BUMN Dahlan Iskan mencanangkan pembentukan BUMN Pangan rampung pada akhir 2014. BUMN Pangan itu menggabungkan PT Pertani, PT Sang Hyang Seri, PT Berdikari, PT Pusri dan Perum Bulog.


"Setidaknya 5-6 perusahaan yang terkait dengan komoditas pertanian dan peternakan bisa digabungkan, melalui opsi merger atau pun membentuk satu induk usaha (holding) BUMN Pangan," kata Dahlan, usai Rapat Pimpinan Kementerian BUMN, di Kantor PT Pertani (Persero), Jakarta, Selasa (28/8).


Menurut Dahlan, penggabungan tersebut selain menciptakan kekuatan besar di bidang pangan juga agar perusahaan-perusahaan itu lebih fokus dan efisien.


"Pembentukan BUMN Pangan juga bagian dari program ketahanan pangan nasional," tegas Dahlan.


Sejak 2011 lalu, pemerintah mencanangkan sebuah program bertajuk Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K), yang bertujuan mendukung target surplus produksi beras sebesar 10 juta ton pada 2014.


Dalam jangka pendek ditambahkan Dahlan, para BUMN Pangan tersebut juga akan mencetak sawah baru seluas 100.000 hektare (ha). Sebesar 30.000 ha digarap oleh PT Pertani, 40 ribu ha Syang Hyang Seri, dan 30 ribu ha oleh Pusri.


Meski pembentukan BUMN Pangan tersebut sudah masuk dalam rencana program "right sizing" (penyesuaian jumlah) BUMN, namun Dahlan belum memastikan nama perusahaan hasil merger (holding) BUMN Pangan yang dimaksud.


Dahlan hanya menjelaskan, bahwa untuk mencapai target-target tersebut pada tahap awal yang menjadi prioritas dalam jangka menengah adalah menggabungkan PT Pertani dan PT Sang Hyang Seri.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua