Jumat, 28 September 2012

Mengulas Putusan MK Soal UU Ketenagakerjaan

Banyak aturan dalam UU Ketenagakerjaan yang sudah ‘dipreteli’ Mahkamah Konstitusi.
Ady
Buku ulasan hukum terhadap lima putusan MK. Foto: Sgp


 


Bila ditanya apakah UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan melanggar konstitusi atau tidak, mungkin tak akan ada jawaban seragam. Tapi yang pasti fakta menunjukkan banyak  pasal dari undang-undang itu yang dirontokkan Mahkamah Konstitusi (MK) karena dianggap bertentangan dengan UUD 1945.


Tercatat sejauh ini ada tujuh kali pengujian UU Ketenagakerjaan yang semuanya diajukan oleh buruh atau serikat buruh. Hanya satu pengujian yang ditolak MK. Selebihnya diterima MK dengan menyatakan pasal tertentu tak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Atau ada juga pasal yang tetap dinyatakan konstitusional sepanjang memenuhi syarat-syarat tertentu yang ditetapkan MK.


Meski kondisi UU Ketenagakerjaan sudah ‘compang-camping’, ternyata banyak kalangan yang belum mengetahuinya. Termasuk para pelaku hubungan industrial yaitu buruh dan pengusaha. Kondisi ini makin sulit karena ternyata di masyarakat belum banyak –kalau enggan dibilang tak ada- karya tulis seperti buku yang merangkum putusan MK di bidang ketenagakerjaan itu.


Hakim Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Juanda Pangaribuan adalah salah seorang yang terdorong untuk mendokumentasikan putusan MK itu ke dalam sebuah buku.  


Lewat buku berjudul ‘Aneka Putusan Mahkamah Konstitusi Bidang Hukum Ketenagakerjaan’, Juanda tak sekedar mengumpulkan pertimbangan dan putusan MK. Tapi ia juga menambahkan ulasan hukum terhadap lima putusan MK dan dampaknya pada praktik hubungan industrial.


Sebelum mengulas kelima putusan tersebut, buku yang sampulnya didominasi warna merah itu diawali dengan membahas tentang MK dan mekanisme pengujian UU. Dari bab ini, ulasan Juanda mengenai ‘eksekusi’ putusan MK menjadi menarik. Soalnya MK tak mengenal lembaga eksekusi layaknya peradilan umum.


Selanjutnya, putusan MK pertama kali yang dibahas Juanda adalah putusan No.012/PUU-I/2003 yang salah satunya membatalkan Pasal 158 tentang PHK karena kesalahan berat. Praktiknya, masih banyak pekerja yang dipecat dengan Pasal 158 itu. Ada juga perusahaan yang memindahkan isi Pasal 158 itu ke dalam perjanjian kerja bersama (PKB). Nah, Juanda punya cara pandang dan analisis sendiri terhadap praktik seperti itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua