Jumat, 05 October 2012

Kejagung Desak PNG Segera Ekstradisi Joko Tjandra

Kalau akhirnya Joko Tjandra diekstradisi, pemerintah Indonesia bersedia menjemput Joko di PNG.
Nov
Kejagung desak PNG segera ekstradisi Joko Tjandra. Foto: Sgp


Pemerintah Indonesia mendesak otoritas Papua New Guinea (PNG) untuk menindaklanjuti surat permohonan evaluasi mengenai kewarganegaraan Joko Sugiarto Tjandra. Wakil Jaksa Agung Darmono mengatakan, Tim Terpadu Pencari Tersangka dan Terpidana Tindak Pidana Korupsi telah melakukan rapat koordinasi.


Dalam rapat koordinasi itu, Darmono selaku Ketua Tim membahas upaya pemulangan buron koruptor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) tersebut. Menurut laporan staf dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), pemerintah PNG belum mengirimkan surat balasan terkait pembicaraan kewarganegaraan Joko.  


“Kebetulan dari Kemenlu tidak bisa hadir karena sedang ada pelantikan. Tapi, saya tanya, memang belum ada informasi dari pemerintah sana. Nah, maksud saya, perwakilan Indonesia di PNG saya minta mendesak pemerintah sana bagaimana tindak lanjut terhadap surat yang telah kami kirimkan,” kata Darmono, Jum’at (5/10).


Darmono melanjutkan, selain menunggu surat balasan dari PNG, pemerintah Indonesia tentu akan melakukan komunikasi secara lisan dan informal terkait pelanggaran aturan keimigrasian yang diduga dilakukan Joko. “Nanti kalau dalam waktu dekat tidak juga ada surat balasan, nanti kami komunikasikan lagi melalui surat secara resmi,” ujarnya.


Sesuai rencana, pemerintah Indonesia dan PNG akan melakukan pembicaraan bersama terkait status kewarganegaraa Joko pada September lalu. Indonesia telah memberikan kesempatan kepada PNG untuk mengajukan berbagai macam alternatif, apakah Indonesia yang melakukan kunjungan ke PNG atau sebaliknya.


Nyatanya, beberapa bulan belakangan, PNG sedang sibuk mempersiapkan pemilihan. Hal inilah yang membuat pembicaraan ekstradisi Joko menjadi tertunda. Darmono berharap upaya maksimal yang telah dilakukan Indonesia dapat membuat PNG segera memutuskan untuk mengekstradisi Joko.


Bila kelak PNG memutuskan untuk mengekstradisi Joko, pemerintah Indonesia akan datang menjemput Joko di PNG kalau memang diperlukan. Namun, Darmono belum dapat memastikan keberadaan fisik Joko. “Bisa jadi kalau warga negara sana, dia pergi kemana-mana. Yang penting kan posisi hukumnya harus diperjelas,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua