Kamis, 11 October 2012

Rumitnya Pembuktian Hak Cipta




Senada dengan Agus Sardjono, Direktur Intellectual Property Advisory Services (IPAS) Dwiyanto Prihartono mengatakan hukum pembuktian dalam bidang hak cipta memang kompleks. Kesulitan ini terjadi karena sulitnya mencari alat bukti yang valid dan kuat di mata hukum.




Pasalnya, ketika dalam proses pembuktian dilakukan, banyak majelis yang menolak bukti surat yang diajukan penggugat dengan alasan karya tersebut hanyalah sebuah coretan-coretan belaka. Hal ini terjadi dalam kasus Ismail Hutajulu dengan PT Lolypop Records tahun 1990.




Kala itu, Mahkamah Agung (MA) menolak gugatan Ismail dengan alasan bukti pemikiran Ismail yang dituangkan dalam sebuah kertas hanyalah sebuah coretan tanpa arti. Karena, coretan tersebut tidak diberi tanda tangan dan tanggal.




Melihat hal ini, Dwiyanto pun memberikan peringatan kepada para pencipta untuk berhati-hati dengan ciptaannya. Pasalnya, hak cipta berbeda dengan hak kekayaan intelektual lainnya, seperti merek, paten, dan desain industri dimana mereka memiliki kekuatan pembuktian, yaitu adanya sertifikat pendaftaran hak. Sementara itu, pendaftaran hak cipta bukanlah suatu kewajiban karena hak cipta telah lahir sejak karya tersebut diumumkan ke publik.




Adapun langkah yang dapat diambil guna antisipasi penjiplakan, Dwiyanto menyarankan agar pencipta usai menciptakan suatu karya segera mengumpulkan catatan-catatan proses pembuatan ciptaan, buat pernyataan sendiri disertai dengan tanda tangan saksi-saksi pada saat ciptaan sudah disatukan, serta sedapat mungkin dilakukan pendaftaran.




Selain membuat dokumen tertulis, Dwiyanto juga mengimbau agar para pencipta untuk mempersiapkan bukti saksi-saksi melalui membangun sebuah komunitas, mengikuti berbagai forum publikasi, seperti pameran, bazar, dan selalu cantumkan jenis ciptaan, nama pencipta, tanggal publikasi dan tempat. Langkah terakhir adalah mengirimkan dokumen elektronik ke lembaga terpercaya atau lembaga nonpemerintah, seperti Karya Cipta Indonesia (KCI).




Meskipun sulit membuktikanpenjiplakan, Dwiyanto secara tegas mengatakan tidak perlu diwajibkannya pendaftaran sebagai proses lahirnya suatu hak cipta. Karena, karakteristik dan variabel hak cipta berbeda dengan hak kekayaan intelektual lainnya. “Bisa-bisa, pendaftaran ini akan menjadi beban bagi pencipta dalam menciptakan suatu karyanya,” pungkasnya.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua