Kamis, 11 October 2012

Hak Jawab PT Bahana TCW Investment Management

RED

Berikut ini adalah hak jawab yang disampaikan PT. Bahana TCW Investment Management (BTIM) terkait pemberitaan www.hukumonline.com berjudul "Kedapatan Memeras, Jaksa Fungsional Jamdatun Ditahan" dan "Jaksa Pemeras Kontraktor Gunakan Surat Panggilan Palsu". 


Jakarta, 11 Oktober 2012

Kepada Yth
Pemimpin Redaksi Hukumonline.com
Di Tempat


Perihal: Hak Jawab

Dengan Hormat,

Sehubungan dengan pemberitaan pada situs www.hukumonline.com, (hukumonline) dengan judul: (i) "Kedapatan Memeras, Jaksa Fungsional Jamdatun Ditahan"; dan (II) "Jaksa Pemeras Kontraktor Gunakan Surat Panggilan Palsu", yang berturut-turut dipublikasIkan pada tanggal 10 Oktober 2012 dan tanggal 11 Oktober 2012, bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagal berikut:
a. Bahwa PT Bahana TCW Investment Management ("BTIM") adalah perseroan terbatas yang bergerak di bidang jasa manajer investasi pada pasar modal, bukan perusahaan kontraktor sebagaimana tersebut dalam Pemberitaan;
b. Bahwa tidak ada karyawan/karyawati atau seseorang dari PT. Bahana TCW Investment Management ("BTIM") yang rnelakukan transaksi dengan seseorang dan tertangkap tangan di Cilandak Twon Square sebagaimana diberitakan.
c. Bahwa BTIM tidak melakukan penyimpangan dalam proyek di Kalimantan Tirnur, proyek mana juga tidak secara spesifik dijelaskan dalam Pemberitaan;
d. Bahwa sebelum disiarkannya pemberitaan, Hukumonline tidak melakukan klarifikasi mengenai hal-hal yang diberitakan dalam Pemberitaan kepada PT Bahana TCW Investment Management ("BTIM");

Hal-hal yang ditulis dalam pemberitaan Hukumonline dapat membuat BTIM sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan, menurun reputasinya sehingga dapat berakibat negatif bagi BTIM dan seluruh shareholders serta stakeholdersnya.

Terkait dengan hal tersebut, kami atas nama PT Bahana TCW Investment Management sekali lagi melakukan bantahan dan kami tegaskan bahwa tidak ada seseorang baik itu Manajemen, Karyawan/karyawati atau bahkan perwakilan orang suruhan dari PT Bahana TCW Investment Management (BTIM) yang dapat dikaitkan dengan berita Hukumonline tanggal 10 Oktober 2012 berjudul "Kedapatan Memeras, Jaksa Fungsional Jamdatun Ditahan".

Oleh karena itu, kami meminta kepada Hukumonline untuk melakukan klarifikasi sehubungan dengan pemberitaan tersebut dalam waktu paling lama 1 x 24 jam terhitung sejak tanggal surat ini.

Hal ini sebagai bentuk untuk melayani hak jawab sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers ("UU Pers”) dan Kode Etik Jurnalistik (Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 03/5K-DP/III/2006).

Demikian kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terimakasih. Kami juga berharap agar hubungan PT Bahana TCW Investment Management dengan Hukumonline ke depannya menjadi lebih balk.



Hormat karni,
PT Bahana TCW Investment Management



Edward P. Lubis
Presiden Direktur

*Untuk melihat naskah asli dalam bentuk scan, silakan klik di sini. 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua