Kamis, 08 November 2012

Indosat Digugat Karena BTS

BTS yang tak dikelola baik mendatangkan bahaya.
HRS


 


Menara pemancar milik operator telekomunikasi punya fungsi utama menguatkan sinyal untuk diterima telepon genggam pelanggar. Namun, tak begitu bagi warga di Bekasi, Jawa Barat. Menara pemancar (Base Transceiver Station/BTS) PT Indosat Tbk malah menguatkan kekhawatiran mereka.


Alhasil, warga menggugat operator telekomunikasi itu di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gugatan yang diajukan Cartje B Talahatudiajukan karena pengaduan ke Komnas HAM bahkan ke Presiden tidak ditanggapi. Kemudian dia mendaftarkan gugatam pada 19 September 2012. Lalu, Rabu (7/11) gugatan dibacakan di hadapan majelis hakim.


Ancaman dan  ketakutan Cartje bukanlah tanpa alasan. Pasalnya, beberapa komponen menara pernah menimpa rumah Cartje dan menyebabkan atap rumah bocor. Komponen yang berupa kunci ring dan baut berukuran besar ini jatuh dari ketinggian 60 meter. Alhasil, ketika hujan lebat yang disertai petir, rumah warga Bekasi ini tergenang air dan listrik pun padam selama lima jam.


Tidak hanya mengalami banjir dan listrik padam, kejadian lain yang lebih menyeramkan pun dialami penggugat. Ketika ada petir dahsyat pada 2006, bola-bola api jatuh di halaman rumah Cartje. Akibatnya, alat elektronik penggugat mengalami kerusakan.


Padahal, dalamPeraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 02/PER/M.KOMINFO/03/2008 Tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Bersama telah diatur mengenai pendirian struktur menara. Dalam aturan tersebut dikatakan bahwa struktur menara harus kokoh, kuat, dan stabil dalam memikul beban. Hal ini dilakukan demi kenyamanan dan keamanan masyarakat. Juga, agar menara tidak terancam roboh  baik karena angin, gempa, pengaruh korosi, jamur, dan serangga perusak.


Namun, sepertinya pedoman ini tidak terlaksana dengan baik. Terbukti dengan beberapa komponen menara yang jatuh menimpa atap rumah warga Bekasi ini. Merasa tidak aman, Cartje berserta keluarga memilih untuk pergi dari rumah tersebut dan menyewa sebuah kontrakan.


Berdasarkan hal tersebut, penggugat merasa hak asasi manusianya terlanggar. Hak yang terlanggar adalah Hak untuk hidup dan hak atas rasa aman sebagaimana diatur dalam Pasal 9, Pasal 29 ayat (1), dan Pasal 30 UU No.39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua