Jumat, 23 November 2012

Yudi Kristiana: Betah di KPK Karena ‘Trauma’ Intervensi

Mengaku tetap mencintai Kejaksaan.
FAT
Yudi Kristiana merasa betah di KPK. Foto: Sgp


Sosoknya sederhana, bersahaja dan cerdas. Dia adalah Yudi Kristiana, salah satu jaksa yang bertugas di KPK. Pria kalem berusia 41 tahun ini terlihat senang bertugas di KPK. Selain karena semangat pemberantasan korupsinya begitu ‘menyala’, Yudi menganggap cara kerja di KPK yang jauh dari intervensi membuatnya ‘kerasan’ sejak pertama kali ditempatkan di lembaga anti rasuah itu pada bulan September 2011.


Kata intervensi memang begitu membekas di ingatan Yudi. Ia mengaku pernah memiliki pengalaman buruk terkait intervensi. Kala itu, Yudi bahkan harus rela 'dibuang' ke pelosok Sulawesi. Namun begitu, Yudi meyakini semua pengalaman itulah yang menjadikan dirinya menjadi individu yang tangguh.


Sebelum dibuang ke Sulawesi, Yudi adalah seorang jaksa di Semarang. Kala itu, Yudi sudah tertarik dengan kasus-kasus tindak pidana korupsi. Salah satu kasus yang pernah dia tangani adalah kasus dugaan korupsi terkait seorang pejabat negara yang memiliki pengaruh di jantung kota provinsi Jawa Tengah itu.


Namun, semangat Yudi berbenturan dengan kebijakan atasannya kala itu. Di satu sisi, Yudi yakin pejabat negara itu bisa diseret ke meja hijau. Tapi di sisi lain, atasannya di Korps Adhyaksa melarangnya untuk menyeret pejabat tersebut. Akibatnya,Yudi ‘dibuang’ ke pedalaman Sulawesi Tengah. Tepatnya, di Kecamatan Pagimana, Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.


Meski siap ditugaskan dimana saja, Yudi sebenarnya agak berat hati meninggalkan Semarang. Karena, saat itu, Yudi juga dalam proses menyelesaikan studi doktor ilmu hukum (S3) di Universitas Diponegoro. Namun, tugas tetap tugas, Yudi pun berangkat menyeberangi pulau menuju pos penempatan yang baru.


Faktor jarak Semarang-Pagimana yang jauh tidak menyurutkan hasrat Yudi merampungkan studi. Sesekali, dia pulang ke Semarang untuk mengumpulkan bahan-bahan disertasi, dan berkonsultasi dengan pembimbing disertasi, (alm) Prof.Satjipto Rahardjo. Yudi mengaku meneledani pemikiran Satjipto yang terkenal dengan aliran hukum progresif.


“Saya tidak bisa hilang dari pendekatan kebenaran hati nurani selain dari pendekatan kebenaran keilmuan. Kalau dua-duanya sejalan, dan saya yakini saya akan bertindak, meskipun itu bertentangan dengan atasan, itu saya tetap berpegang teguh,” tutur Yudi kepada hukumonline, akhir Oktober 2012 lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua