Berita

Hartati Murdaya Berdebat dengan Dirut PT Sonokeling

Hartati anggap PT Sonokeling menyerobot lahan.
Oleh:
FAT
Bacaan 2 Menit
Hartati Murdaya (kiri) berdebat dengan Dirut PT Sonokeling. Foto: Sgp
Hartati Murdaya (kiri) berdebat dengan Dirut PT Sonokeling. Foto: Sgp

Perdebatan sengit terjadi dalam sidang tindak pidana korupsi dengan terdakwa Komisaris PT Cipta Cakra Murdaya (CCM) dan PT Hardaya Inti Plantation (HIP), Siti Hartati Murdaya. Perdebatan tersebut terjadi antara terdakwa Hartati dengan Direktur Utama PT Sonokeling Buana, Syaiful Rizal.

Hartati menganggap masuknya Sonokeling ke Buol untuk berinvestasi telah mengganggu perusahaannya yang lebih dulu menanami kelapa sawit. "Hubungan saya dengan Artalyta (Suryani) cukup dekat. Kenapa masuk ke kawasan kami bikin gaduh. Apakah persahabatan ini akan berakhir?" katanya saat bertanya ke Syaiful.

Merasa pertanyaan Hartati telah menyudutkan Sonokeling, Syaiful menilai, Hartati tak mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya terjadi. Meski begitu, seluruh penilaian Hartati ke Sonokeling dianggapnya sebagai hak masing-masing pribadi.

"Ibu tidak tahu sama sekali dengan urusan Buol. Kalau ibu berpendapat seperti itu, itu hak ibu, ini urusan anaknya (Artalyta), Rommy Darmawan (pemilik PT Sonokeling)," tutur Syaiful.

Hartati terlihat marah atas bantahan Syaiful. Ia mengatakan, secara substansi HIP sudah resmi memiliki hak izin lokasi sejak lama. Belakangan, hak tersebut menjadi kabur karena dibikin susah oleh PT Sonokeling dan Pemkab Buol. "Secara substansi HIP resmi punya hak, tapi dibikin susah oleh Pemda dan perusahaan anda," katanya.

Tak mau kalah, Syaiful menegaskan sebelum masuk ke kawasan Buol, Sonokeling sudah melakukan kajian teknis agronomi, baik dari sisi lahan maupun perizinan. Berdasarkan kajian tersebut, Sonokeling menilai semua mekanisme yang dilakukan sudah sesuai aturan.

"Tim teknis kami juga tidak bodoh, secara teknis argonomi dan segala macamnya sudah kami telaah. Perusahaan wajar bisa investasi clean and clear kita lakukan, apalagi tidak ada tumpang tindih (perizinan)," kata Syaiful.