Aktual

BPOM Menyatakan Kerupuk Aman Dikonsumsi

Oleh:
ANT
Bacaan 2 Menit
Hukumonline
Hukumonline

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lucky S Slamet membantah isu yang menyebar di masyarakat lewat jaringan internet mengenai kerupuk mengandung plastik. Dia juga menyatakan BPOM telah meneliti kerupuk produksi usaha kecil tersebut.

"Kerupuk putih katanya dicampur plastik. Itu mengandung minyak dan semua yang mengandung minyak kalau dibakar akan memberikan bekas-bekas seperti ada plastiknya. Dan kami sudah meneliti hasilnya tidak ada," papar Lucky di Jakarta, Jumat (8/2).

Sebelumnya, dikabarkan kerupuk putih di pasaran mengandung plastik yang dicampurkan ke dalam minyak untuk menggoreng. Guna membuktikannya dapat membakar kerupuk itu yang akan kemudian menimbulkan bekas-bekas hitam terbakar seperti plastik.

Meski demikian, Kepala BPOM tetap menyarankan agar masyarakat waspada akan berbagai jenis makanan yang diduga tidak aman. Karena mengandung bahan yang tidak seharusnya dicampurkan kedalam makanan. Masyarakat diminta pula melaporkan temuan mereka ke BPOM atau Balai POM setempat.

Menurut Lucky, salah satu cara mudah untuk mengenali makanan yang menggunakan bahan tambahan berbahaya melalui warnanya. Jika terlalu mencolok, patut diduga dicampur dengan pewarna bukan untuk makanan.

"Kerupuk misalnya, yang warnanya mencolok dan bersinar, berfluoresensi, itu biasanya menggunakan pewarna bukan untuk makanan. Atau tahu yang kenyal, harusnya tahu itu lembut dan mudah hancur, jadi tahu yang kenyal dan keras kalau digoreng itu dicampur dengan formalin," papar Lucky.

BPOM disebutnya terus melakukan pendampingan kepada UKM untuk memastikan keamanan makanan. Namun, masyarakat diminta untuk waspada dan melaporkan jika ada makanan yang dicurigai tidak aman.

Berita Terkait