Selasa, 19 Pebruari 2013

Penulis Laskar Pelangi Berencana Perkarakan Blogger

ANT


Penulis novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata memutuskan untuk membawa kasus tudingan pengamat perbukuan Damar Juniarto ke pengadilan. Andrea merasa integritasnya sebagai penulis terganggu.



"Saya memutuskan untuk mencari keadilan atas tudingan yang sangat tidak benar yang ditujukan oleh Damar Juniarto kepada saya melalui tulisannya di Kompasiana dengan judul 'Pengakuan Internasional Laskar Pelangi: Antara Klaim Andrea Hirata dan Faktanya' tertanggal 13 Februari 2013," ujar Andrea di Jakarta, Selasa.



Menurut Andrea, seorang penulis harus mempertahankan integritas karyanya dan hal itu bersifat sangat prinsip.



Selain itu, dia mendapat banyak sekali saran dari para penggemar Laskar Pelangi bahkan dari anak-anak sekolah, rekan-rekan sesama penulis, guru-guru yang terinspirasi oleh Laskar Pelangi, dan dari para tokoh seperti Buya Syafii Maarif dan Yusril Ihza Mahendra untuk berbuat sesuatu terhadap tudingan yang memberi kesan yang sangat keliru atas segala upayanya mengenalkan karya buku Indonesia pada dunia.



Sampai saat ini, kata dia, kontrak penerbitan Laskar Pelangi telah mencapai 78 negara dan diterjemahkan ke dalam banyak bahasa asing melalui penerbit-penerbit terkemuka seperti FSG, Random House, Hanser Berlin, Mercure de France, Atlas Contact, Penguin dan Harper Collins.



"Hal itu memberi dampak yang amat positif bagi nama Indonesia dalam peta buku internasional. Apa yang dilakukan oleh Damar Juniarto sangat melemahkan upaya keras saya untuk mengangkat harkat dan martabat Indonesia melalui dunia buku dan tudingannya bisa menjadi preseden yang buruk bagi para penulis Indonesia lainnya yang tengah bersusah-payah untuk menerbitkan buku di luar negeri," kata dia.



Atas nama para penggemar Laskar Pelangi di seluruh Tanah Air, profesi maupun karyanya, Andrea akan membela diri dengan membawa permasalahan tersebut ke ranah hukum.



Sebelumnya, Damar Juniarto mengatakan bahwa Laskar Pelangi edisi Amerika sesungguhnya diterbitkan oleh Sarah Crichton Books, bukan oleh FSG, New York.



"Sedangkan selama ini saya selalu mengaku Laskar Pelangi edisi Amerika diterbitkan oleh FSG dan tidak pernah menyebut Sarah Crichton Books. Dikesankan oleh Damar bahwa FSG hanya menerbitkan buku sastra kelas tinggi sehingga Laskar Pelangi tak pantas," kata Andrea melanjutkan.


Tudingan ini bukan hanya membuat Andrea terzalimi karena pembaca akan menuduhnya telah melakukan kebohongan publik, namun Damar Juniarto telah pula melecehkan Sarah Crichton Books dan begitu banyak penulis bermutu yang telah diterbitkan Sarah Crichton Books.



Dengan pengetahuan yang kurang memadai tentang sistem penerbitan buku internasional, lanjutnya, Damar Juniarto telah menuding dengan sangat keliru. Kenyataannya adalah Saya tidak punya kontrak penerbitan dengan Sarah Crichton Books.



"Kontrak penerbitan saya (author contract) hanya dengan FSG. FSG lah penerbit Laskar Pelangi edisi Amerika. Sedangkan Sarah Crichton adalah editor saya," katanya.



Karena kontribusi penyuntingan itu Sarah Crichton Books mendapat "Honor Imprint" untuk dicantumkan sebagai penerbit dengan nama berdampingan dengan nama FSG di beberapa publikasi Laskar Pelangi edisi Amerika.


"Saya tidak boleh menyebut Sarah Crichton Books sebagai penerbit buku saya karena memang bukan. Cercaan dari banyak orang muncul akibat dari tudingan Damar Julianto yang menyesatkan itu," katanya.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua