Kamis, 07 March 2013

Advokat Ditunjuk Menjadi Juri AMI

M-14


Seorang pengurus ILUNI FHUI, Mohammad Kadri mendapatkan kesempatan langka sekaligus berharga untuk berpartisipasi dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) tahun 2013. Kadri diminta menjadi juri. Advokat yang juga hobi bermusik ini mengaku dihubungi langsung oleh Direktur Yayasan AMI, Seno M Hardjo.


“Saya dihubungi oleh Direktur Yayasan Anugerah Musik Indonesia, Seno M Hardjo. Mungkin panitia membutuhkan orang hukum untuk hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran hukum dalam bidang musik, hak cipta dan lain-lain,” ujar Kadriketika dihubungi melalui telepon oleh hukumonline, Kamis (7/3).


Dia katakan, proses penjurian AMI 2013 telah berlangsung sejak dua hari lalu. Panitia  telah melakukan kategorisasi atas karya yang muncul pada periode 1 Januari hingga 31 Desember 2012.


Sekadar informasi, Kadri adalah salah satu partner pada firma hukum AKSET. Di kepengurusan ILUNI FHUI yang dipimpin Melli Darsa, Kadri menduduki jabatan Sekjen. Selain dikenal sebagai advokat, Kadri juga cukup aktif bermusik. Dia memiliki band beraliran musik rock bernama KadriJimmo. Lalu, Kadri juga mendirikan Ninotz Yenz Production, sebuah promotor musik bagi musisi rock progresif.


Sementara itu, dikutip dari laman Wikipedia, AMI merupakan ajang penghargaan bagi insan musik Indonesia yang digawangi oleh Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI). Konsep penghargaan AMI Awards merujuk pada National Academy of Recording Arts and Sciences (NARAS), komite yang menyelenggarakan Grammy Awards di Amerika Serikat.


 

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua