Senin, 20 May 2013

Musisi: Pembajakan Karya Cipta itu Perampok

Minim perlindungan, karya cipta Indonesia rentan dicuri pihak asing.
M-15
Dwiki Dharmawan (paling kanan) di acara diskusi HKI di UI, Depok. Foto: SGP


Indonesia memiliki banyak warisan budaya, khususnya di bidang musik. Sayangnya, perlindungan hukum atas warisan berharga itu masih minim sehingga rentan dicuri oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab, termasuk pihak asing. Kondisi ini mengundang keprihatinan kalangan musisi. Dwiki Dharmawan salah satunya.


Dalam acara diskusi sekaligus konser mini di kampus Fakultas Hukum UI, Selasa (14/5), Dwiki mengatakan warisan budaya Indonesia sebenarnya memiliki nilai ekonomis, tergantung bagaimana mengemasnya saja. “Sebetulnya proses budaya kita, ketika dikemas dengan sesuatu yang lain dapat menghasilkan nilai ekonomis,” ujarnya.


Ironisnya, warisan budaya yang bernilai ekonomis itu belum terlindungi. Menurut Dwiki, masih banyak karya seniman tradisional yang belum mendapatkan perlindungan hukum. Akibatnya, karya itu rentan dicuri oleh pihak asing dengan beragam modus.


Misalnya ada seniman dari negara lain menciptakan sebuah karya musik dengan mengambil komposisi dari musik-musik daerah di Indonesia. Lalu, si seniman itu mengklaim karya itu murni ciptaannya tanpa menyebutkan bahwa sebenarnya dia terinspirasi oleh musik tradisional Indonesia.


“Misalnya saja Janger asal Bali, itu bisa dikomposisi dengan musik Jazz, dan yang lebih fatal adalah mereka yang menciptakan tidak menyebut itu musik asli Bali. Inilah yang terkadang membuat saya miris dan prihatin,” tutur Dwiki.


Hal lain yang menjadi keprihatinan Dwiki adalah maraknya pembajakan. Menurut Dwiki, pembajakan terus bermunculan karena adanya motif ekonomi. Persoalannya, kata dia, upaya penindakan masih sulit menyentuh pihak yang menjadi otak pembajakan. Pedagang karya-karya bajakan, apalagi yang level eceran, tidak tahu apa-apa.


“Ya kalau pedagang di emperan mah, kadang nggak tahu apa-apa, yang mereka tahu jual (lalu) dapat uang,” ujar Dwiki.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua