Kamis, 04 July 2013

Ahli Waris Protes Penyitaan Aset oleh KPK

ANT


KPK menerima surat keberatan atas penyitaan harta tersangka Luthfi Hasan Ishaaq dari ahli waris rumah di Cipanas. "Pada tanggal 31 Mei, KPK menyita rumah induk itu. Rumah itu merupakan rumah wakaf Majelis Ta'lim Mirqatul Quran AA Haji Zainal dan Umi H. Marikah yang dijual Hilmi Aminuddin," kata Yusuf Supendi yang mewakili ahli waris, Faisal Rahmat, di Gedung KPK Jakarta, Kamis (4/7).


Rumah wakaf itu, menurut Yusuf, terletak di Kampung Loji I Timur Nomor 30 A RT 002 RW 017 Kelurahan/Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Yusuf mengatakan bahwa alasan pengajuan surat keberatan penyitaan rumah wakaf itu melanggar Pasal 40 dan Pasal 67 UU No.41 Tahun 2004 tentang Wakaf.


"Pada tanggal 23 Mei, Hilmi Aminuddin menjadi saksi Luthfi Hasan. Dia (Hilmi) mengaku telah menjual rumah di Cipanas ke Luthfi," katanya.


Ahli waris rumah wakaf Cipanas itu, lanjut Yusuf, bernaung di bawah Persatuan Islam (Persis) dan Pesantren Persis Bandung, Jawa Barat. Sementara itu, Faisal Rahmat mengatakan bahwa luas tanah dan bangunan wakaf Cipanas yang dijual Hilmi kepada Luthfi lebih dari 300 hektare dengan nilai Rp1,2 miliar.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua