Senin, 12 Agustus 2013

Konvensi Pemilihan Kandidat

Harapan terbesar rakyat ada di para kandidat konvensi PD yang berasal dari luar PD.
ATS

Dimanapun di bagian dunia ini dan berlaku pada sistim politik apapun, dan dengan persyaratan apapun, gagasan konvensi internal suatu parpol untuk menyeleksi kandidat yang akan diajukan dalam proses pemilihan pejabat publik, adalah suatu gagasan yang bisa memicu proses menarik, yang sejak awal hingga akhir bisa membuka peluang proses pemilihan dari bawah yang demokratis.

Demikian juga gagasan SBY untuk memilih kandidat Partai Demokrat (PD) yang akan dijagokan dalam pilpres dan pilwapres 2014. Latar belakangnya tentu siapapun tahu, bahwa itu untuk menyelamatkan PD yang secara moral sudah hampir bangkrut karena dirundung kasus-kasus korupsi pimpinan dan kadernya. Karena ingatan pendeknya, masyarakat kita bisa menganggap latar belakang itu tidak penting dan cepat melupakannya karena tersedot dengan hingar bingar konvensi PD.

Tuntutan masyarakat hanya satu, proses konvensi PD tersebut harus diselenggarakan dengan fair, transparan, dan dengan integritas yang dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Memang, saat ini masyarakat terbelah, sebagian tidak percaya prosesnya akan menjamin itu, dan sebagian lainnya percaya bahkan dijamin oleh kalangan internal PD, bahwa proses demikianlah yang akan terjadi, walaupun Jendral Pramono, ipar SBY akan turut serta dalam konvensi PD.

Analisis sejumlah pengamat tentang proses ini antara lain mencuatkan beberapa kemungkinan:

(a) konvensi PD akan menghasilkan kandidat yang relatif lebih baik dari rata-rata pimpinan PD yang tersisa, dan ini diharapkan akan menyelamatkan PD dari kebangkrutan moral karena kasus-kasus korupsi tersebut; (b) proses demokratis tersebut akan mengangkat citra PD sehingga perolehan pemilu parlemen, pilpres dan pilwapres diharapkan bisa menjadikan PD tetap sebagai penentu dalam banyak kebijakan parlemen dan pemerintahan mendatang, (c) kandidat dari luar PD diharapkan dapat membalas budi dan “melindungi” SBY dan keluarganya post-2014, yang nyaris tidak punya lagi “backing” politik yang kuat, (d) konvesi PD bisa menyelamatkan PD sekaligus bangsa ini, dan akan mematerikan legacy SBY yang memang dia cari di ujung masa kekuasaannya.  

Sekali lagi analisis ini juga tidak terlalu penting, karena kalau parpol lain tidak bisa menunjukkan proses internal yang sama demokratisnya dalam parpol masing-masing, dan tetap bersikap feudal atau terbeli oleh pimpinan tertingginya dalam proses penunjukkan kandidatnya, maka proses konvensi PD-lah yang akan lebih memikat para pemilih.

Sebaliknya, kalau proses konvensi PD adakah suatu tudung untuk mencitrakan proses demokratis tetapi kemudian ditelikung dengan cara-cara kasar maupun halus  untuk meluluskan kandidat dari keluarga SBY atau kandidat yang “terbeli”, maka rakyat tidak bodoh untuk kemudian menyabot “kemenangan” tersebut dalam pemilu parlemen, pilpres dan pilwapres. Dan ini bisa berujung dengan munculnya pemenang pemilu parlemen, pilpres dan pilwapres yang mengerikan, karena pemilih hanya akan asal memilih karena merasa dikhianati oleh PD dalam proses tersebut.

Masa depan kita selama lima tahun ke depan karenanya juga akan terancam porak peranda. Dasar-dasar pemahaman dan ideologi pro-human rights, anti korupsi, persamaan didepan hukum, pemerintahan yang bersih, dan pluralisme yang sudah diadopsi dalam Konstitusi kita bisa dikhianati oleh parlemen dan pemerintah baru hasil asal pilih tadi.

Harapan terbesar rakyat ada di para kandidat konvensi PD yang berasal dari luar PD. Kalau saja SBY bisa memainkan strategi yang tepat dengan mengundang tokoh-tokoh yang punya integritas tinggi, menjunjung prinsip-prinsip Konstitusi di atas, dan punya visi Indonesia baru yang mensejahterakan lebih banyak warga negara, bukan tidak mungkin konvensi PD memang betul efektif menyelamatkan bangsa ini. Siapa tahu juga, kandidat terpilh dari konvensi PD dengan hati lapang bisa berkoalisi dengan misalnya Jokowi yang merakyat dan popularitasnya terus menanjak. Maka lengkaplah harapan itu. Suatu pemerintahan yang dibentuk dari proses demokratis dari bawah dengan menampilkan pemimpin-pemimpin yang taat Konstitusi dan hukum, serta punya hati untuk menjangkau kepentingan mereka yang termarjinalkan sejak Indonesia merdeka.

Ramadhan 2013

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua