Jumat, 16 Agustus 2013

Kopma, ‘Laboratorium’ Mahasiswa FH Menjadi Corporate Lawyer

Berbeda dengan kampus lain, tetapi belum sesuai cita-cita awal.
ALI
Ketua Kopma FHUI Oudrey Jefany Rosemary. Foto: SGP


Bila Anda seorang mahasiswa, khususnya mahasiswa fakultas hukum, pintar-pintarlah memilih organisasi kemahasiswaan yang bisa mendukung karier Anda? Bila ingin menjadi pengacara litigasi yang handal, organisasi semacam moot court atau peradilan semu bisa jadi salah satu pilihan? Namun, bagaimana bila Anda ingin terjun di dunia corporate lawyer?


Ibrahim Senen, salah seorang partner firma hukum Dermawan & Co (DNC), mengatakan Koperasi Mahasiswa (Kopma) adalah salah satu pilihan bagi mahasiswa FH untuk mengasah ‘insting’ menjadi business lawyer yang handal.


Ia tak asal omong. Ia membuktikannya sendiri. Nama Ibrahim Senen memang tak bisa dilepaskan dari sejarah Koperasi Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Kopma FHUI). Ibrahim adalah salah seorang pelopor dan mantan ketua Kopma kampus tempatnya ketika menimba ilmu strata-1 ini.


Ibrahim menilai Kopma merupakan laboratorium bagi dirinya yang kini berprofesi sebagai corporate lawyer. “Biar tahu. Karena kalau mau jadi corporate atau business lawyer yang bagus, harus ngerti neraca, ngerti bisnis. It’s not just elo baca KUH Perdata lalu seolah-olah elo langsung bisa bisnis. Nggak bisa begitu,” ujarnya dengan gaya santai kepada hukumonline, Kamis (1/8).


Dari Koperasi yang dikelola mahasiswa ini, Ibrahim mengaku belajar bagaimana mengurusi supplier, tagihan, manajemen keuangan, hingga belajar peluang bisnis baru. Ia mengatakan para pengurus Kopma harus bisa pintar-pintar memutar otak dengan keterbatasan modal.


“Ya, sekarang bisa diaplikasikan. Misalnya, sekarang ada restrukturisasi pasti ada penyebabnya orang nggak bisa bayar utang. Oh, mungkin bisnisnya jelek, atau orangnya nakal. Tapi, itu semua bisa kelihatan, karena gue dulu waktu mahasiswa sudah mengalami seperti itu,” tutur pengacara yang cukup disegani di bidang commercial law ini. 


Ibrahim mengutakaran sejak awal dia memang memiliki ketertarikan kepada bisnis dan hukum sekaligus. Apalagi, ketika belajar di Fakultas Hukum, dia mengambil program kekhususan hukum bisnis. “Aplikasinya (di Kopma,-red) sangat nyata. Apalagi sekarang tak ada bisnis yang tak bersentuhan dengan hukum,” tambahnya.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua