Jumat, 30 Agustus 2013

Ketua Umum AKPI Janji Perhatikan Anggota di Daerah

Sempat diwarnai protes dari anggota yang tidak terdaftar.
HRS
Ketua Umum AKPI periode 2013-2016, James Purba. Foto: SGP

Setelah memimpin dua periode, Ricardo Simanjuntak akhirnya harus menyerahkan tongkat kepemimpinan Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) kepada penerusnya. Dalam forum Rapat Anggota Tahunan AKPI, Kamis (29/8), Jamaslin James Purba terpilih menjadi Ketua Umum periode 2013-2016.

James terpilih setelah berhasil menyisihkan tiga kandidat lainnya yakni Mohammad Ismak, Andrey Sitanggang, dan Astuti Sitanggang. Dari total 290 orang pemilih, James memperoleh 124 suara, Andrey 76 suara, Ismak 61 suara, dan Astuti 29 suara.

Berdasarkan pantauan hukumonline di lokasi, proses pemilihan Ketua Umum AKPI berjalan cukup meriah. Namun, kemeriahan itu sempat ‘terganggu’ oleh insiden protes salah satu anggota AKPI yang tidak dapat menggunakan hak suaranya.

Giri Muda Djadi, anggota tersebut, merasa haknya untuk mengikuti pemilihan telah dikebiri oleh panitia. Giri memang telat menghadiri acara, sehingga ketika dia datang batas waktu pendaftaran telah habis. Malam itu, Giri bukan satu-satunya anggota AKPI yang telat mendaftar.

“Saya protes bukan untuk mendukung salah satu pihak karena saya belum tahu siapa yang salah pilih. Substansinya adalah mencari pemimpin yang dapat mengakses segala pihak,” kata Giri kepada hukumonline.

Menanggapi protes Giri dan beberapa orang lainnya, Ricardo selaku pimpinan sidang bergeming. Menurut dia, tata tertib yang telah disepakati harus tetap dipatuhi seluruh anggota AKPI. “Saya mengerti, tetapi kita tetap harus menaati tata tertib yang telah disepakati,” ujarnya.

Begitu James Purba resmi dinobatkan sebagai Ketua Umum periode 2013-2016, prosesi penyerahan jabatan pun dilakukan. Secara simbolik, Ricardo Simanjuntak menyerahkan Bendera AKPI dan atribut organisasi lainnya kepada James.

Dalam sambutan perdananya, James berjanji akan lebih memperhatikan anggota AKPI di daerah. Hal ini, kata James, kurang dijalankan oleh kepengurusan AKPI sebelumnya. Akibatnya, anggota AKPI di daerah tidak dapat merasakan manfaat dari organisasi. Seharusnya, menurut dia, salah satu manfaat dari AKPI adalah perlindungan terhadap anggota.

“Dimanapun anggota AKPI menjalankan tugas, kita dalam organisasi harus bantu ketika mereka menghadapi kesulitan,” ujar James kepada hukumonline usai pemilihan.

Menengok momen pendeklarasian dirinya sebagai calon Ketua Umum AKPI, medio Juni 2013, James sebenarnya melontarkan banyak janji. Dia misalnya bertekad membersihkan cap jelek yang menempel di profesi kurator. Selama ini, kata James, kurator dicap sebagai ‘perampok boedel pailit’.

“Makanya peran Dewan Pengawas sangat diperlukan untuk menindak kurator nakal,” kata James dalam acara pendeklarasian yang digelar di sebuah restoran ternama di Jakarta.

Mengomentari terpilihnya James Purba, salah satu kandidat lainnya, Andrey Sitanggang mengatakan janji yang diucapkan James perlu dibuktikan. “Tentu saat ini, janji-janji itu sangat mudah, tapi kita perlu melihat janji itu direalisasikan. Kita uji janjinya,” ujar Andrey.

Meskipun kalah dalam pemilihan, Andrey menyatakan siap mendukung kepengurusan James. Dukungan ini, lanjut dia, adalah bentuk rasa cintanya kepada organisasi.

Pernyataan dukungan juga disampaikan oleh Ricardo Simanjuntak. Dia berkomitmen akan mendukung penuh kepengurusan penerusnya itu. Ricardo menilai James adalah sosok yang mampu menghadapi kerumitan tugas kurator sekaligus mempertahankan nilai-nilai kebaikan dan profesional kurator.

“Saya berkomitmen dengan terpilihnya James dia akan dapat dukungan penuh dari seluruh anggota kurator dan pengurus Indonesia. Kita akan bantu James,” ucap Ricardo.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua