Senin, 09 September 2013
FH Unpad Sabet Dua Gelar di Asia Cup
Prestasi tertinggi FH Unpad di ajang Asia Cup Moot Court.
ALI
FH Unpad Sabet Dua Gelar di Asia Cup
Tim FH Unpad yang bertanding di Jepang. Foto: Istimewa

Tim Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (FH Unpad) berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus di kompetisi peradilan semu internasional ‘Asia Cup 2013’ di Tokyo, Jepang.

Gelar pertama adalah ‘The Second Best Memorial’ untuk Tim FH Unpad, sedangkan gelar kedua adalah ‘The Second Best Oralist’ yang diraih oleh anggota tim, Sekar Askarini Noersyachbana. Kompetisi ini diselenggarakan oleh International Law Student Exchange dan Kementerian Luar Negeri Jepang pada 27-28 Agustus lalu.

Sebagai informasi, kategori ‘memorial’ merupakan pengujian kemampuan tim peserta moot court dalam menyiapkan berkas persidangan. Sementara, kategori ‘oralist’ adalah bagaimana peserta secara individu menyampaikan argumennya secara lisan.

“Ini merupakan prestasi tertinggi FH Unpad di ajang Asia Cup,” ujar Sekar Askarini Noersyachbana kepada hukumonline, melalui sambungan telepon, Senin (9/9).

Tim FH Unpad terdiri dari Sekar Askarini Noersyachbana, Ida Ayu Tita Rahmawidiani, Jonathan Diva Sadikin, dan Rheza Astra Adizora. Prestasi Sekar dkk lebih tinggi dibanding prestasi tim FH Unpad pada 2009 yang hanya meraih gelar ‘The Third Memorial’.

Sekar menceritakan perjuangan tim ini menuju Tokyo. Ia mengatakan tim harus melewati seleksi nasional yang diselenggarakan oleh panitia. Ia menuturkan panitia hanya menyiapkan waktu satu bulan kepada setiap tim asal Indonesia untuk menyelesaikan berkas.

Beberapa fakultas hukum lain di Indonesia, selain FH Unpad, juga ikut dalam seleksi ini. Namun, akhirnya, tim dari FH Unpad lah yang terpilih untuk mengikuti kompetisi Asia Cup ini. “Setiap negara hanya diwakili satu tim, kecuali Jepang selaku tuan rumah. Total hanya ada delapan negara,” ujarnya.

Negara-negara yang ikut serta adalah Indonesia, Filipina, Thailand, Malasyia, Singapura, Korea Selatan, Hong Kong, dan tuan rumah Jepang.

Lebih lanjut, Sekar menuturkan ketika di Jepang, topik yang dipilih sebagai tema Moot Court adalah hak asasi manusia (HAM) dan hukum humaniter (hukum perang) dengan ilustrasi kasus kisah seorang jurnalis yang meliput revolusi di sebuah negara.

Lalu, si jurnalis diculik dan dibunuh oleh petinggi negara itu. Di satu sisi, tim yang berada di pihak si jurnalis menggunakan perspektif HAM, sedangkan tim yang berada di pihak negara lebih menggunakan pendekatan humaniter bahwa situasi negara itu sedang dalam keadaan perang.

“Kasusnya mirip dengan yang sekarang sedang terjadi di Mesir,” ujar Sekar.

Juara dari Filipina
Meski berjaya di kategori ‘Best Memorial’ dan ‘Best Oralist’, namun Tim FH Unpad tak bisa berbuat banyak di kompetisi ini secara keseluruhan. Gelar juara Asia Cup 2013 diraih oleh juara bertahan Ateneo Law School asal Filipina. Di final, sama seperti tahun lalu, Ateneo mengalahkan tim dari fakultas hukum Singapore Management University.

Dua anggota tim dari Singapore Management University, Qabir Sandhu dan Alicia Teng ‘mengapit’ Sekar di kategori best oralist. Qabir dan Alicia masing-masing menggondol ‘The Best Oralist’ dan ‘The Third Oralist’. Sedangkan, posisi pertama dan ketiga ‘The Best Memorial’ diraih tuan rumah, dari Kyoto University dan Waseda University.

Berdasarkan penelusuran hukumonline, perwakilan tim asal Indonesia di Asia Cup tak pernah mencapai hasil puncak. Keberhasilan tertinggi tim asal Indonesia hanya sebagai runner up pada 2005 yang diwakili Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), dan 2010 yang diwakili oleh Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan.

Mohon Diklarifikasi
 - Kardoman Tumangger
12.09.13 14:08
Sependapat dengan Mas Novriady, tahun 2006 Universitas Indonesia pernah menjadi Champion dalam Asia Cup.
Klarifikasi
 - Novriady
10.09.13 14:51
Dear Rekan Hukumonline, Izinkan saya mengklarifikasi paragraf terakhir dari artikel ini yang berbunyi sebagai berikut, "Berdasarkan penelusuran hukumonline, perwakilan tim asal Indonesia di Asia Cup tak pernah mencapai hasil puncak. Keberhasilan tertinggi tim asal Indonesia hanya sebagai runner up pada 2005 yang diwakili Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), dan 2010 yang diwakili oleh Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan." Mohon dicermati kembali link yang menjadi acuan dalam paragraf tersebut, dinyatakan secara jelas bahwa pada tahun 2006 Indonesia menjadi Juara dalam kompetisi ini yang diwakili oleh Universitas Indonesia. Sebagai tambahan, Hukumonline pun memuat berita ini yang bisa dilihat pada link berikut http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol15402/indonesia-menangkan-kompetisi-peradilan-semu-iasia-cupi-di-jepang Mohon agar hal ini dapat diklarifikasi Terima kasih
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.