Kamis, 12 September 2013

Pengusaha Travel Ramai-ramai Disidang

ANT

Para pemilik kendaraan untuk travel harus menjalani sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Riau, karena tidak memiliki izin dan terjaring dalam suatu operasi penertiban angkutan umum.

"Semua angkutan umum harus plat kuning, tapi travel yang kami amankan itu plat hitam dan pemiliknya jalani sidang," kata Kepala Pengawasan dan Pengendalian Dinas Perhubungan Pemkot Pekanbaru Aripin di Pekanbaru, Kamis (12/9).

Menurut dia pengusaha travel sudah diingatkan untuk mengurus perizinan kendaraan yang semula mengunakan nomor polisi warna hitam menjadi kuning karena melayani umum. Demikian pula belakangan ini kendaraan travel dan bus antarkota antar provinsi menaikan dan menurunkan penumpang di terminal bayangan.

Padahal keberadaan terminal bayangan itu dianggap menyalahi aturan yakni melanggar UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Data Dinas Perhubungan Pemkot Pekanbaru bahwa sekitar 2.000 unit travel beroperasi di wilayah ini, namun hanya sebanyak 300 kendaraan yang mengunakan plat hitam.

Warga yang mengunakan travel resmi merasa nyaman dan aman selama dalam perjalanan karena tidak dicegat oleh aparat menyangkut surat kendaraan serta asuransi yang diterima bila terjadi kecelakaan atau musibah lainnya.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua