Selasa, 08 Oktober 2013

Valentino Simanjuntak: Komentator ‘Jebret’ Bergelar SH, MH

Pemain sepakbola harus melek hukum.
ALI
Valentino Simanjuntak. Foto: SGP


Orang mengenalnya sebagai “Komentator Jebret”. Ya, nama Valentino Simanjuntak memang melambung ketika dia menjadi komentator turnamen sepakbola Piala AFF U-19 yang disiarkan secara langsung oleh sebuah stasiun televisi swasta nasional, beberapa pekan lalu.


Bukan hanya teriakan ‘jebret’ yang menjadi ciri khas Valent, sapaan akrabnya. Di sela komentar-komentarnya, Valent juga suka mengutip pernyataan tokoh-tokoh nasional seperti mantan Presiden RI Soekarno atau pahlawan wanita RA Kartini. Tetapi yang fenomenal tetap lontaran ‘jebret’ itu.


Nama Valentino Simanjuntak sontak tenar. Baik itu di dunia maya khususnya media sosial seperti Twitter dan Facebook, maupun kehidupan masyarakat sehari-hari, ‘jebret’-nya Valent menjadi bahan perbincangan.


Di balik ketenaran itu, mungkin banyak orang yang belum tahu sisi kehidupan Valent selain dunia komentator sepakbola. Dari latar belakang pendidikan formal, misalnya. Valent ternyata bergelar Sarjana Hukum (SH) sekaligus Magister Hukum (MH), yang dua-duanya diperoleh dari Universitas Padjajaran, Bandung.


Lalu, untuk karier, selain cuap-cuap soal pertandingan sepakbola, Valent ternyata juga menjabat sebagai General Manager Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Melalui APPI, Valent menjadi pembela hak-hak pemain sepakbola yang ditelantarkan klub-klubnya. 


Senin lalu (30/9), di sebuah gedung apartemen di Jakarta, hukumonline berkesempatan mewawancarai Valentino Simanjuntak. Selama kurang lebih satu jam, pria yang di laman blog pribadinya mengidentifikasi dirinya sebagai “Trainer-Presenter-Lawyer” itu berbagi kisah tentang pribadinya, perjalanan karier, dan perkembangan hukum olahraga di Indonesia. Berikut ini petikan wawancaranya:


Sejak kapan menjadi komentator sepakbola?

Gue sebenarnya presenter, karena di bola kan ada presenter dan komentator. Dan gue di sana (menjadi presenter) sejak 2006.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua