Senin, 16 Desember 2013

Pencabutan Hak Praktik Advokat Mario Diserahkan ke PERADI

Lantaran Mario adalah anggota dari PERADI.
FATHAN QORIB
Advokat Mario Cornelio Bernardo saat mendengarkan vonis hakim. Foto: SGP


Advokat Mario Cornelio Bernardo yang menjadi terdakwa korupsi divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Majelis hakim yang dipimpin Antonius Widjianto menilai, Mario terbukti bersalah menyuap pegawai non-aktif Badan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung, Djodi Supratman, sebesar Rp150 juta.


Atas perbuatannya tersebut, Mario dipidana selama empat tahun penjara dan pidana denda Rp200 juta. Jika denda tak dibayarkan, diganti dengan kurungan selama enam bulan. “Mengadili, menyatakan terdakwa Mario C Bernardo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” kata Antonius di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (16/12).


Dalam pertimbangannya, majelis tak mengabulkan permintaan penuntut umum KPK untuk mencabut hak praktik advokat Mario. Majelis menyerahkan permintaan penuntut umum KPK tersebut kepada Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI). Alasannya, Mario merupakan salah satu anggota dari PERADI.


“Menimbang, mengenai pencabutan hak terdakwa sebagai penegak hukum diserahkan kepada organisasi profesi advokat PERADI, di mana terdakwa menjadi anggotanya,” ujar Antonius.


Mario yang merupakan advokat di Firma Hukum Hotma & Associates itu, dianggap terbukti melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a UU Pemberantasan Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Dalam perkara ini, majelis menilai, tindakan Mario tak mendukung upaya pemberantasan korupsi. Meski begitu, majelis menilai, Mario berlaku sopan di persidangan menjadi hal yang meringankan.


Seperti diketahui, putusan tersebut lebih ringan satu tahun daripada tuntutan KPK. Dalam tuntutannya, jaksa KPK berharap Mario divonis lima tahun penjara dan didenda Rp200 juta subsidair enam bulan kurungan. Dalam kasus ini, uang suap diberikan Mario kepada Djodi melalui Deden bertujuan untuk diberikan kepada Suprapto, Staf Hakim Agung Andi Abu Ayub Saleh.


Pemberian uang tersebut guna mengurus kasasi perkara penipuan atas nama Hutomo Wijaya Ongowarsito. Dalam fakta persidangan, kata Hakim Anggota Aswijon, uang dimaksudkan agar perkara kasasi yang menyeret Hutomo diterima oleh majelis hakim agung. Bahkan, uang tersebut diharapkan dapat menyeret Hutomo ke penjara sebagaimana memori kasasi jaksa penuntut umum.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua