Kamis, 30 January 2014

Pembahasan RUU PPILN Sebaiknya Ditunda

ADY
Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, mengusulkan pembahasan RUU Perlindungan Pekerja Indonesia di Luar Negeri (PPILN) ditunda. Pasalnya, ada banyak hal yang harus dibahas serius dalam RUU yang bakal menggantikan UU No. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri  PPTKILN) itu. Mengingat saat ini tahun politik, Anis menengarai anggota DPR bakal lebih fokus berkampanye.

"Saya kira tahun politik tak strategis jika kami mendesak dituntaskan karena DPR konsennya kampanye. Migrant Care sendiri sikap politiknya memang menunda (pembahasan RUU PPILN,-red) sampai terpilih anggota parlemen baru," katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/1).

Jika pembahasan dilakukan, Anis khawatir hasilnya tidak akan maksimal. Untuk itu demi hasil yang lebih baik bagi perlindungan pekerja migran Indonesia, diusulkan agar pembahasan RUU PPILN ditunda. "Takutnya kalo ini tergesa-gesa, nanti malah hasilnya tidak maksimal," pungkasnya.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua