Jumat, 07 Pebruari 2014

Diduga Bersembunyi, KPK Jemput Paksa Staf Atut

NOV

KPK menjemput paksa Siti Halimah, staf Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Siti Halimah merupakan pegawai negeri sipil di Pemrov Banten. Siti Halimah berstatus sebagai saksi dalam perkara korupsi penerimaan hadiah atau janji dengan tersangkat Ratu Atut. Juru Bicara KPK mengatakan, penyidik telah memanggi Siti Halimah secara patut.
 
Namun, Siti Halimah tidak mengindahkan, bahkan berupaya bersembunyi dari panggilan penyidik. Sekitar pukul 07.00 WIB, penyidik menjemput paksa Siti Halimah di sebuah hotel di Bandung. “Penyidik memanggil Siti Halimah dengan membawa surat panggilan. Hingga kini, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan,” kata Johan, Jum’at (7/2).
 
Ia melanjutkan, sebelum menjemput paksa, penyidik mendapat informasi Siti Halimah menginap di suatu Hotel di Bandung. Malamnya, penyidik mendatangi hotel, kemudian di pagi hari, Siti Halimah dibawa ke gedung KPK untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi. Selain Siti Halimah, penyidik juga mengagendakan pemeriksaan saksi lain.
 
Untuk tersangka Atut, penyidik mengagendakan pemeriksaan saksi atas nama Yuni Astuti, pemilik Java Medika, Sekda Provinsi Banten Muhadi, PNS Ferga, dan Direktur PT Putra Perdana Jaya Edwin Rachman. Johan belum dapat mengungkapkan peran Siti Halimah dalam perkara yang juga menjerat adik Atut, Tubagus Chaeri Wardhana (Wawan).
 
Atut ditetapkan sebagai tersangka dalam sejumlah kasus, termasuk Pilkada Lebak, Banten. Terkait kasus korupsi pengadaan alkes di Tangerang Selatan dan Banten, Atut dikenakan Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Penetapan tersangka itu dikeluarkan setelah penyidik melakukan gelar perkara.
 
Penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup mengenai keterlibatan Atut dan Waan  dalam dugaan korupsi pengadaan alkes di Tangerang Selatan dan Banten. Kedudukan Wawan sendiri sebagai Komisaris Utama PT BPP (Bali Pacific Pragama). Selain diduga terlibat korupsi, Wawan juga diduga melakukan pencucian uang.
 
Sedangkan, Atut diduga menyalahgunakan jabatannya sebagai, sehingga menguntungkan korporasi dan merugikan negara. Wawan dan Atut diduga menggelembungkan harga, memerintahkan pemenangan tender, dan menerima fee. Penyidik hingga kini masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara dari BPK.












Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua