Rabu, 09 April 2014

Mari Ber-Yoga untuk Hilangkan Stres Pengacara

Di Indonesia, selain Yoga, ada firma hukum menyediakan fasilitas permainan Playstation.
CR-16
Foto: www.informasiyoga.com
Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyatakan pengacara adalah profesi yang rentan didera stres. Ekstremnya, penelitian itu bahkan mengaitkan antara tingkat stres dan tingginya kecenderungan bunuh diri di kalangan profesi pengacara. Mengingat betapa negatifnya dampak stres, kantor-kantor pengacara tentunya harus mencari cara bagaimana mengatasi masalah ini.
 
Di Negeri Barrack Obama itu, olahraga Yoga ternyata menjadi pilihan yang cukup populer ketika kantor pengacara ingin mengatasi stres yang dialami karyawannya. O’Melveny & Myers, misalnya. Kantor pengacara ternama yang berlokasi di Newport Beach, California ini menyewa seorang instruktur untuk mengajarkan Yoga setiap sore kepada lebih dari 60 pengacara yang bekerja di sana.
 
"Yoga sangat membantu meringkankan stres akibat praktik hukum, dan kami secara konsisten melanjutkan program kelas Yoga, " kata Office Coordinator O'Melveny& Myers, Monica Perez sebagaimana dikutip dari laman www.omm.com.
 
Dilihat dari nilainya yang hanya AS$10 per sesi, biaya yang dikeluarkan O’Melveny & Myers memang tidak seberapa. Namun, manfaatnya ternyata cukup efektif dalam mengatasi stres yang dampak lanjutannya adalah meningkatkan kinerja karyawan.
 
Apa yang dilakukan O’Melveny & Myers ternyata menjadi tren. Kantor-kantor pengacara ternama lainnya di Negeri Paman Sam seperti Dickstein Shapiro dan Burch, Porter & Johnson juga menggunakan Yoga sebagai instrumen untuk melepas stres.
 
Berkat Yoga, seorang pengacara diyakini tidak hanya akan lebih fokus dalam bekerja, tetapi juga memunculkan rasa empati dan mempertajam perspektif dalam membuat analisa hukum dan strategi dalam menghadapi kasus. David Hochner, pengacara litigasi dari Rutan & Tucker di Orange County, California, telah mengakui manfaat Yoga bagi pekerjaannya. Yoga, kata Hochner, mengembalikan keseimbangan dalam pekerjaanya.
 
Dikutip dari laman www.informasiyoga.com, asal kata “Yoga” adalah bahasa Sansekerta yang berarti penyatuan atau lengkapnya menyatukan diri dengan alam dan menyatukan diri dengan Yang Maha Pencipta. Yoga merupakan aktivitas meditasi yang dilakukan dengan mengontrol seluruh panca inderanya dari pemusatan pikiran yang dilakukan.
 
Sejarah keberadaan Yoga diketahui dari ditemukannya artefak kuno pada era Shamanisme, sekitar 3.000 SM. Pada era itu, Yoga digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Dalam perkembangannya Yoga merambah ke dunia barat pada tahun 1970-an berkat kerja keras Doktor Swami Sivanda yang merupakan keturunan India.
 
Tren di Indonesia
Memanfaatkan Yoga untuk obat stres di kalangan pengacara ternyata juga sudah menjalar di Tanah Air. Firma hukum Assegaf, Hamzah & Partners (AHP) rutin menjadwalkan sesi latihan Yoga bagi karyawannya. Ari Juliano, Senior Associate AHP, mengatakan latihan Yoga di kantornya diadakan setiap akhir pekan.
 
Menurut Ajo, begitu dia akrab disapa, cara menghilangkan stres yang difasilitasi AHP bukan hanya latihan Yoga. Kegiatan lainnya antara lain rekreasi atau outing setidaknya setahun sekali ke tempat-tempat wisata. Selain itu, AHP juga memfasilitasi berbagai kegiatan olahraga yang dapat diikuti oleh setiap karyawan sesuai minat masing-masing.    
 
Berolahraga juga menjadi kegiatan yang dipilih DNC untuk menghilangkan stres yang dialami karyawannya. Ibrahim Senen, salah seorang Partner DNC, mengatakan karyawan DNC rutin bermain bola voli bersama setiap Senin malam. DNC bahkan mendatangkan seorang pelatih voli khusus.
 
Selain berolahraga, kata Ibrahim, DNC juga menyediakan fasilitas permainan seperti Playstation atau ruangan khusus untuk menonton film bersama. Demi menghilangkan stres, DNC juga menyelenggarakan outing dua kali setahun, baik itu ke luar negeri maupun dalam negeri. Terkadang outing mengikutsertakan keluarga karyawan.

Sumber:
www.omm.com
www.informasiyoga.com
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua