Rabu, 23 April 2014

Banding Ditolak, OC Kaligis Tetap Dihukum Skorsing 12 Bulan

CR-16

Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) menghukum OC Kaligis atau biasa disapa OCK, tidak boleh menjalankan praktik sebagai advokat baik di dalam maupun luar pengadilan selama 12 bulan. Hukuman tersebut diputuskan oleh Majelis Kehormatan Pusat (MKP) PERADI pada 3 April 2014 lalu.

Ketua MKP, Sugeng Teguh Santoso menjelaskan OCK dihukum karena terbukti melanggar ketentuan Pasal 3 huruf (d), (h) dan Pasal (5) huruf (c) Kode Etik Advokat Indonesia serta Pasal 6 huruf (b) UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Kasus ini, kata Sugeng, bermula dari pengaduan Elsa Syarief yang menilai OCK bersifat kasar dan tidak sopan terhadap Elsa.

“Seperti mengatakan Elsa itu merampok klien saya, Elsa itu , Elsa itu penghianat, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oleh OC dalam beberapa kesempatan dan diliput oleh media,” ujar Sugeng kepada hukumonline, Rabu (23/4).

Lebih lanjut, Sugeng menjelaskan, kronologisnya bermula dari kasus M. Nazaruddin, terpidana kasus suap proyek Hambalang. Waktu itu, ketika Nazaruddin ditangkap di Bogota, Kolombia, OCK datang menjemput dan mendampingi Nazaruddin. Namun, tiba-tiba Nazaruddin mengganti OCK dengan Elsa, karena itulah OCK menuduh Elsa merebut kliennya. OC Kaligis juga menuduh Elsa difasilitasi oleh pimpinan KPK

“Elsa awalnya mengadukan OC Kaligis kepada Dewan Kehormatan Daerah DKI Jakarta, oleh Dewan Kehormatan Daerah OC kaligis diberikan sanksi 12 bulan,” papar Sugeng.

Kemudian, lanjutnya, OC Kaligis banding, ditingkat putusan tersebut tetap menjadi dua belas bulan skorsing. Sebagai ketua majelis hakim banding Sugeng memberikan pertimbangan bahwa seharusnya OC Kaligis melaporkan Elsa Syarief, karena terdapat indikasi yang kuat bahwa Elsa juga diduga melakukan pelanggaran kode etik. Tetapi, sambungnya, OC Kaligis tidak melaporkan malah menyatakan itu di media.

“Dalam putusan saya juga katakan bahwa OC Kaligis seharusnya juga ikut melakukan pengawasan terhadap berlakunya kode etik yaitu dengan melaporkan Elsa,” tegasnya.




double agent

.

skorsing

banding

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua