Kamis, 19 Juni 2014

Golf Beri Nilai Positif untuk Profesi Advokat

Bermain golf itu bermain melawan diri sendiri.
CR-16
Aksi salah satu peserta HKHPM Golf Tournament 2014. Foto: RES

Kejujuran, kontrol diri, integritas, gentleman, dan be yourself. Itulah kata-kata positif yang terlontar dari beberapa advokat penggemar golf ketika ditanya hukumonline tentang olahraga yang mereka geluti. Intinya, mereka ingin menyampaikan bahwa dalam golf terkandung nilai-nilai positif yang mungkin saja bermanfaat untuk profesi.

Edward Lontoh mengatakan golf berbeda dengan olahraga kebanyakan. Dalam golf, kata Edward, pemain bermain bukan untuk mengalahkan orang lain sebagai lawan. Menurut dia, pemain golf justru harus melawan dirinya sendiri. Makanya, kontrol diri dan tidak emosional menjadi kunci dalam olahraga gol.

“Golf berbeda dengan olahraga lain karena olahraga lain biasanya ada lawannya, tetapi golf 75 persen lawannya adalah diri sendiri, sehingga dalam permainan ini pemain harus bisa kontrol diri jika ingin bermain bagus,” tutur Edward kepada hukumonline di sela-sela HKHPM Golf Tournament 2014 di Sentul, Minggu (15/6).

Edward mengaku menerapkan nilai-nilai positif yang dia peroleh dari golf untuk kehidupan sehari-hari. Selain kontrol diri dan menahan emosi, Edward juga belajar tentang kejujuran dari olahraga golf.

Sementara itu, Pendiri dan Partner Soemadipradja and Taher, Hafzan Taher memuji golf sebagai olahraga yang paling sportif. Dalam golf, kata Hafzan, pemain dituntut untuk jujur dalam menghitung skor. “Dalam golf kita melawan diri sendiri, dengan golf itu kelihatan apakah kita emosional atau tidak jujur,” ujarnya.

Founding Partner Iskandarsyah and Partners, Reno Iskandarsyah berpendapat golf adalah olahraga yang mengajarkan kita untuk menjadi diri sendiri (be yourself). Setiap orang bermain golf, kata Reno, pasti memiliki gaya memukul sendiri yang berbeda dengan gaya memukul orang lain.  

“Kita jadilah diri sendiri tunjukkin diri sendiri bahwa kita punya value dan kualitas bagus untuk menjadi seorang lawyer, implementasinya ke situ,” papar Reno yang turut berpartisipasi dalam HKHPM Golf Tournament 2014.

Bagi Adi Prasetyo, golf tidak hanya mengajarkan kejujuran dan rasa percaya diri. Menurut Ketua Panitia HKHPM Golf Tournament 2014 ini, melalui golf kita juga bisa mengetahui karakter asli orang yang menjadi mitra bermain golf.   

“Karena pada akhirnya yang menghitung skor itu diri sendiri. Menipu atau mencuri pukulan sering terjadi dalam permainan golf, misalnya saya memukul bola tiga kali (tapi) mengaku mukul dua, mungkin lawan tidak tahu karena kadang-kadang terpisah jauh,” kata Adi.

Pengajar Hukum Acara Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Chudry Sitompul menganggap golf adalah olahraga gentleman, karena orang yang bermain golf menghitung sendiri skornya.

“Selain menghilangkan stres, nilai-nilai dalam olahraga golf juga dapat diterapkan dalam pekerjaan, yaitu harus jujur dan fokus,” kata Chudry.

Golf Beri Nilai Positif untuk Profesi Advokat
 - yuska
20.06.14 10:22
"Jujur, fokus dan konsisten" setuju buat pak chudry, karena sudah beberapa kali bermain dengan beliau..
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua