Kamis, 26 June 2014

Kebutuhan Uang Selama Puasa dan Lebaran Meningkat

FAT
Bank Indonesia (BI) memprediksi bahwa kebutuhan uang selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul fitri (Lebaran) 2014 meningkat dari tahun lalu. Kebutuhan uang selama Ramadhan dan lebaran 2014 mencapai Rp118,5 triliun atau meningkat 14,9 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2013 yang sebesar Rp103,2 triliun.
 
“Seiring dengan pertumbuhan transaksi ekonomi masyarakat, kebutuhan uang periode Ramadhan dan Idul Fitri diproyeksikan sebesar Rp118,5 triliun,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Lambok Antonius Siahaan di Jakarta, Kamis (26/6).
 
Lambok mengatakan, tingginya kebutuhan uang tersebut lantaran dipengaruhi sejumlah alasan. Misalnya, terdapatnya pembayaran gaji
ke-13 kepada pegawai negeri sipil/TNI/Polri pada Juli 2014. Lalu pada periode awal Ramadhan bertepatan dengan liburan anak sekolah serta jumlah libur lebaran yang lebih lama ketimbang pada tahun 2013.
 
Dari total kebutuhan uang Rp118,5 triliun tersebut, terdiri dari kebutuhan uang pecahan di atas Rp20 ribu sebesar Rp108,8 triliun atau meningkat 14 persen dari tahun 2013. Dan kebutuhan uang pecahan di bawah Rp10 ribu sebesar Rp9,6 triliun atau meningkat 25,6 persen dari Ramadhan dan Lebaran tahun 2013.
 
Hingga tanggal 23 Juni 2014, lanjut Lambok, uang kartal yang diedarkan sebesar Rp453,1 triliun. Mayoritas uang kartal tersebut dipegang oleh masyarakat yakni mencapai Rp385,2 triliun. Sedangkan sidanya ada di perbankan yang mencapai Rp67,9 triliun.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua