Senin, 30 Juni 2014

Kartini Muljadi: Menegakkan Hukum Melalui Tiga Profesi


Kartini saat ini mengelola Yayasan Kesehatan Sumber Waras yang merupakan cikal bakal Rumah Sakit Sumber Waras. Rumah sakit tersebut, lanjutnya, juga menyelenggarakan Pendidikan Keperawatan Tingkat Akademi yang menghasilkan perawat-perawat yang siap untuk bekerja di luar negeri.


Selain bidang kesehata, Kartini juga menggeluti bisnis kosmetik melalui perusahaan yang dia dirikan, PT Bogamulia Nagadi. Saat ini, PT Bogamulia Nagadi memiliki 77, 34 persen saham di PT. Tempo Scan.


Kaget Masuk Forbes

Malang melintang di tiga profesi hukum serta terjun ke dunia bisnis menjadikan Kartini berlimpah harta. Kekayaan Kartini ternyata mengundang perhatian Forbes. Media bisnis internasional ini menempatkan Kartini sebagai orang terkaya nomor 19 dari total 50 nama yang masuk dalam daftar Forbes.


Mengetahui dirinya masuk dalam daftar orang terkaya versi Forbes, Kartini justru kaget. Kartini mempertanyakan dasar penentuan namanya dimasukan dalam daftar Forbes. “Apa dasarnya penentuan ini? karena hemat saya, penyertaan nama saya dalam daftar orang terkaya di Indonesia adalah tidak benar sama sekali,” ujarnya.


Menurutnya, orang-orang yang menempatkan dirinya dalam daftar tersebut kemungkinan tidak benar-benar mengetahui apa yang dimilikinya. Kartini menilai kekayaan adalah hal relatif yang tidak bisa diukur. Kekayaan, lanjutnya, juga bukan hal penting, yang terpenting adalah kebahagiaan. 


Selain pengusaha dan praktisi hukum, Kartini adalah seorang ibu yang memiliki empat orang anak. Anak pertama adalah Sujipto Husodo Muljadi yang memiliki perusahaan di bidang jasa perminyakan yaitu PT Mulia Graha Abadi. Yang kedua adalah Dian Mulyani Muljadi, pendiri www.fimela.com yang bergerak di bidang publikasi.


Anak ketiga adalah Gunawan Santoso Muljadi, yang saat ini bekerja sebagai rekan di firma Kartini Muljadi dan Rekan. Sedangkan anak bungsunya Handojo Selamet Muljadi merupakan Presiden Direktur PT. Tempo Scan Pacific Tbk.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua