Selasa, 08 July 2014

Stres Karena Belajar dan Berpraktik Hukum Bisa Membunuh Sel Otak

Salah satu obatnya adalah berolahraga.
Mar
Dua advokat PERADI saat bertanding melawan Law Society of Singapore, beberapa waktu lalu. Foto: RES.
Profesor Hukum dari University of Denver, Amerika Serikat, Debra Austin menyatakan bahwa stres yang berhubungan dengan sekolah dan praktek hukum dapat mempengaruhi kapasitas kognisi di otak. Kapasitas kognisi ini berfungsi untuk memproses informasi dan memahami sesuatu.
 
"Stres dapat melemahkan atau membunuh sel-sel otak yang diperlukan untuk kognisi," tulis Austin dalam Loyola Law Review seperti yang dilansir abajournal pertengahan Juni lalu.
 
Dalam penelitiannya, Austin menjelaskan olahraga merupakan jawaban untuk mengatasi persoalan tersebut. Pasalnya, olahraga berkhasiat membantu meningkatkan pembaruan sel otak. Hal itu dibuktikan dengan penelitian terhadap tikus yang berlari di roda berputar memiliki pertumbuhan sel otak dua kali lebih cepat daripada tikus yang tidak berlari.
 
Selain itu penelitian menunjukkan bahwa fasilitas seperti tempat olahraga, kelas manajemen stres, pelatihan kesadaran, dan penambahan gizi dapat meningkatkan kesehatan kognitif dan menghasilkan kerja yang dinamis dan mengembangkan kemampuan karyawan.
 
Jadi, menurut Austin,mahasiswa dan praktisi hukum dapat menghilangkan stress yang mereka miliki dengan lebih banyak berolahraga, tidur cukup dan melakukan hal-hal yang menenangkan pikiran serta meditasi.
 
"Mengganti kegiatan yang kurang sehat seperti minum-minum (minuman keras,-red), bermain video game, atau menonton televisi dapat membantu mahasiswa hukum dan pengacara mengoptimalkan kinerja saraf kognitifnya," kata Austin.
 
Selain memberi saran untuk mahasiswa dan praktisi hukum, Austin juga meminta para profesor ikut berperan meringankan stress para muridnya dengan menciptakan budaya mengajar yang tidak membuat stress murid-muridnya. Ia menilai dosen atau profesor hukum cenderung menciptakan suasana kelas yang membuat stres mahasiswanya.
 
Olahraga dan Stres Advokat
Penelitian profesor hukum asal Amerika Serikat ini sepertinya dipahami betul oleh sejumlah praktisi hukum di Indonesia. Olahraga dianggap menjadi salah satu pengobat stres para pengacara di Indonesia dari beratnya beban kerja mereka. Ini dapat dilihat dari mulai menjamurnya kegiatan-kegiatan olahraga di kalangan advokat.
 
Beberapa jenis olahraga yang dipilih oleh advokat Indonesia, di antaranya, adalah lari, golf, futsal, dan bulutangkis. Misalnya, beberapa advokat dari Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) membentuk AAI Futsal Club dengan jadwal latihan setiap hari Jumat.
 
Selain itu, ada juga yang memilih olahraga lari yang kembali atau sedang populer di Indonesia. Sederet pengacara senior kerap mengikuti ajang lari marathon untuk menjaga kebugaran mereka. Fenomena ini disebut sebagai Runner Lawyer. Para “runner lawyer” asal Indonesia ini, di antaranya, adalah Ibrahim Senen (DNC), Ahmad Fikri Assegaf (Assegaf Hamzah & Partners), Johannes C. Sahetapy-Engel (AKSET), Genio Atyanto (Nasoetion dan Atyanto) dan Yeni Fatmawati (PT. Unilever).
 
Tidak hanya lari dan futsal, golf juga menjadi olahraga favorit para advokat untuk menghilangkan stres. Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) bahkan rutin menggelar acara turnamen golf. Selain untuk menghilangkan stres, turnamen golf ini dianggap dapat membantu membangun jaringan dengan klien atau sesama advokat.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua