Rabu, 27 Agustus 2014

Prof. Topo Santoso, SH, MH, PhD: Menjadi Profesor, Tanggung Jawab Lebih Besar

Profesor harus mampu menunjukkan pengabdian yang lebih dalam pengembangan ilmu ke masyarakat.
MAR
Prof. Topo Santoso. Foto: RES


Bagi kalangan akademisi, gelar profesor adalah pencapaian karier tertinggi. Banyak akademisi yang mengidamkan menyandang gelar bergengsi ini. Namun bagi seorang Topo Santoso, meraih gelar profesor tidak hanya dilihat sebagai prestasi tertinggi tetapi juga beban tanggung jawab yang lebih besar.  


Menurut Topo, seorang profesor harus mampu menunjukkan pengabdian yang lebih dalam pengembangan ilmu ke masyarakat. Hal ini, kata Topo, dapat dipandang juga sebagai tantangan untuk memberikan kontribusi yang lebih besar dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan hukum.


Sebagaimana telah diwartakan, Juli lalu, Topo berhasil meraih gelar profesor. Kini, Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) itu menyandang empat gelar yakni profesor, sarjana hukum, magister hukum, dan doktor ilmu hukum.


Tidak lama setelah mendapat kabar gembira tersebut, hukumonline sempat melakukan wawancara melalui telepon, Kamis (24/7). Berikut petikan wawancaranya:


Bagaimana prosesnya Bapak mendapat gelar profesor?

Sebetulnya, profesor itu bukan gelar akademik. Gelar akademik tertinggi itu kan doktor, saya sudah mendapatkan gelar doktor dari tahun 2009, profesor itu sebenarnya adalah pangkat akademi tertinggi.


Jadi, guru besar atau profesor itu pangkat akademik tertinggi, ini tidak mudah didapat dengan aturan yang ada macam-macam komponennya, ada pendidikan, mengajar, kemudian riset, lalu pengabdian masyarakat dan unsur penunjang. Riset harus minimal 20 persen dari KUM.


Proses saya cukup lama karena salah satu persyaratan yang UI berikan harus punya artikel yang diterbitkan jurnal internasional. Tidak semua dosen bisa melakukan itu, apalagi untuk masalah sosial itu tidak mudah. Kemudian mengumpulkan KUM atau kredit yang lain, kalau mengajar saya sudah cukup banyak S1 dan S2. Saya ada tulisan di jurnal dan ada pengabdian kepada masyarakat.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua