Kamis, 28 August 2014

SilverRun, Ajang Sehat dan Bersua Teman

Pelari asal luar negeri mendominasi daftar juara.
MAR
Foto: RES

Minggu kemarin (24/8), ribuan pengacara dan kalangan masyarakat umum memenuhi Parkir Timur Senayan, Jakarta. Mereka, para pengacara, rela menanggalkan pakaian formil seperti jas, kemeja, dan dasi, lalu mengganti dengan pakaian sport lengkap dengan aksesorisnya untuk berpartisipasi dalam SilveRun.

SilveRun adalah sebuah lomba lari multi kategori yang digelar Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM). Sesuai dengan namanya, SilveRun diadakan untuk memperingati hari jadi HKHPM yang ke-25. Sebelumnya, dalam rangka menyemarakkan hari ulang tahun, HKHPM juga menggelar turnamen golf di Sentul, Jawa Barat.

Kepada hukumonline, beberapa peserta dari kalangan hukum mengungkapkan motivasi atau alasan mereka mengikuti SilveRun.HerryNuryanto Kurniawan, Partner di Ali Budiarjo, Nugroho, Reksodiputro (ABNR) mengaku ikut SilveRun karena ingin sehat. Alasan lainnya, Herry ingin bertemu kolega yang kebetulan juga berpartisipasi dalam SilveRun.

“Motivasinya, satu biar sehat karena jarang olahraga. Kedua, karena saya tahu teman-teman ikut jadi ajang ketemuan sama teman-teman, di sana juga ketemu sama notaris dan bekas klien yang ikutan lari,” ujar HerryNuryanto Kurniawan, Selasa (26/8).

Selain dua hal di atas, Herrymengikuti ajang SilveRun karena kebetulan ABNR menjadi sponsor. Makanya, ABNR mendorong seluruh pengacaranya untuk berpartisipasi dalam SilveRun. Tetapi sayangnya, tidak semua pengacara ABNR bisa berpartisipasi karena saat bersamaan mereka mengikuti ajang Pertandingan Persahabatan Antar Konsultan Hukum (PPAKH).  

Menurut Herry, SilveRun adalah ajang lomba lari kedua yang pernah ia ikuti. Ajang lomba lari pertama Herry adalah Color Run. “Tapi itu (Color Run) bukan lari separuh jalan, jadi yang benar-benar lari ya baru sekarang ini,” tukasnya.

Partisipan lainnya, Naddia Affandi juga memberikan jawaban yang sama ketika ditanya hukumonline tentang motivasi mengikuti SilveRun. Motivasi sehat dan bersua teman-teman. Berbeda dengan Herry, SilveRun adalah ajang lomba lari pertama bagi Naddia.

“Saya tahu kalau di situ pasti bakal ketemu teman-teman lama yang mungkin ikut, senior-senior yang mungkin ikut,” ujar Information Technology Legal Compliace PT Astra itu kepada hukumonline, Rabu (27/8).

Menurut Naddia, lari merupakan olahraga yang baik untuk kalangan pengacara yang identik dengan kebiasaan jarang olahraga dan sering pulang larut malam. “Kemarin teman-teman lawyer banyak yang bilang setelah mereka ikut lari dan keringatan, mereka menjadi lebih segar di kantor.”

Atlet Asing Dominan
Sementara itu, meski diperuntukkan khusus bagi kalangan pengacara, panggung juara SilveRun tetap didominasi oleh kalangan atlet, khususnya dari luar negeri. Merujuk pada laman resmi SilveRun, http://imroadrunner.com, kategori 10 kilometer pria dimenangkan oleh Sang Alfred Kiprop yang berasal dari organisasi Aman Athlete Club. Catatan waktu Alfred, 34 menit 28 detik. Dengan selisih waktu sekitar 3 menit dengan sang juara, pemenang kedua dan ketiga adalah Collins Kimosop (37 menit 10 detik) dan Samson Kiplagat Tenai (37 menit 20 detik).

Untuk kategori 10 kilometer wanita, posisi terdepan diraih oleh Carolyne Jepkosgei dengan catatan waktu 42 menit 57 detik. Di kategori ini, dua pelari wanita asal Indonesia berhasil meraih posisi kedua dan ketiga, Meri M. Paijo (44 menit 3 detik) dan Rumini Sudardi (46 menit 47 detik).

“Mereka profesional, mereka lari itu sebagai mata pencaharian, kalau dari saya susah untuk compare dengan mereka karena tidak apple to apple, tetapi pelari lain yang memang profesional bisa membuat mereka menjadi benchmark dalam hal berlari,” ujar Herry mengomentari hasil SilveRun.    

Naddia berpendapat wajar jika para pelari profesional dari luar negeri mendominasi ajang SilveRun, karena mereka lebih banyak latihan. Secara fisik, kata dia, pelari luar negeri juga memiliki modal untuk meraih prestasi.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua