Kamis, 18 September 2014

BNN dan BNP2TKI Kerjasama Cegah TKI Terjerat Narkoba

ANT
Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) memberi penyuluhan kepada para TKI melalui dialog interaktif agar terhindar dari kasus narkoba, baik sebagai pengedar maupun penyalahguna.

"Sebagai langkah antisipasi, BNN terus memberikan pemahaman pada para TKI agar memiliki imunitas untuk tidak terlibat dalam kasus narkoba, baik sebagai pengedar maupun penyalahguna," kata Kepala Humas BNN Sumirat Dwiyanto di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, sindikat narkoba selalu mencari celah untuk memperluas jaringannya, dan salah satu cara yang digunakan adalah membujuk dan memperdaya para TKI untuk menjadi kurir narkoba.

"Selain jadi kurir, tidak sedikit diantara mereka yang terjerumus menjadi penyalah guna narkoba," ungkapnya.

Ia mengatakan, kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dalam kelompok TKI seringkali terjadi karena minimnya pemahaman tentang masalah narkoba dan juga lemahnya imunitas para TKI dari tipu muslihat sindikat narkoba.

Sumirat menyebutkan, pada Mei lalu, sedikitnya ada 14 TKI yang dideportasi dari Malaysia karena terkena kasus penyalahgunaan narkoba.

"Karena itulah, BNN terus berusaha untuk memberikan pemahaman tentang masalah narkoba dengan beragam cara," ujarnya.

Sebagai bentuk upaya preventif di lingkungan TKI, kata dia, BNN melalui Deputi Bidang Pencegahan BNN bersinergi dengan BNP2TKI menggelar forum komunikasi berupa dialog interaktif dan pergelaran seni budaya dengan mengusung tema "Melalui Pergelaran Seni Budaya Kita Selamatkan Penyalah guna Narkoba".

"Kegiatan pergelaran seni dan dialog interaktif ini akan menjadi tontonan yang sarat dengan penyuluhan dan penyampaian informasi tentang permasalahan narkoba saat ini," kata Sumirat.

Di samping itu, menurut dia, kegiatan tersebut dapat menjadi media untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap masalah adiksi yang dihadapi penyalahguna narkoba.

"Masyarakat belum paham betul mengenai kekhususan para penyalahguna narkoba. Pada dasarnya mereka adalah orang sakit yang harus diobati. Bagi mereka penjara bukanlan solusi, karena tidak akan memberikan efek jera," jelasnya.

"Justru cara yang ideal adalah rehabilitasi agar mereka pulih dari ketergantungan terhadap narkoba," lanjutnya.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua