Selasa, 14 Oktober 2014

Otto Hasibuan Raih Gelar Profesor dari Universitas Jayabaya

Profesor kehormatan kedua dari Jayabaya.
Ali
Otto Hasibuan saat acara pengukuhan gelar profesor di Universitas Jayabaya, Selasa (14/10). Foto: RES


Universitas Jayabaya menganugerahi gelar profesor kehormatan kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Otto Hasibuan karena jasanya di bidang hukum selama ini.


Rektor Universitas Jayabaya Amir Santoso mengatakan ini merupakan kali kedua universitas ini memberikan gelar profesor kehormatan (honorary professor) kepada tokoh. "Sebelumnya kami memberikan gelar ini ke Yuyun Muslim Taher SH untuk bidang pendidikan," ujarnya.


Amir mengutarakan hal itu dalam acara pengukuhan profesor kehormatan di kampus Universitas Jayabaya, Jakarta, Selasa (14/10).


Lebih lanjut, Amir menjelaskan bahwa pemberian gelar profesor kehormatan ini berawal dari surat Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) pada Juli 2014 lalu. Surat itu mengusulkan agar Otto diberikan gelar profesor kehormatan karena perannya di dunia hukum selama ini.


"Usulan itu disertai dengan dokumen-dokumen seperti buku karya Otto, karya ilmiah, dan sertifikat-sertifikat konvensi dari dalam maupun luar negeri," ujarnya.


Amir mengatakan usulan dan dokumen tersebut dikonsultasikan dan dibahas dalam rapat senat dan guru besar Universitas Jayabaya. “Akhirnya senat memutuskan Otto Hasibuan patut dan pantas dianugerasi profesor kehormatan atau honorary professor dari Universitas Jayabaya,” tuturnya.


Setidaknya ada tiga alasan senat dan guru besar Universitas Jayabaya memberikan gelar tersebut kepada Otto. Pertama, Otto telah menyelesaikan pendidikan akademik tertinggi dengan menggondol gelar doktor hukum dari Universitas Gadjah Mada. “Dengan nilai cum laude (sangat memuaskan,-red),” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua