Rabu, 15 October 2014

Mesum di Kompleks Masjid, Pria 69 Tahun Ditangkap Satpol PP

ANT


Pasangan lanjut usia (lansia) ditangkap saat berkhalwat atau mesum di kompleks Masjid Baitul Musyahadah atau dikenal Masjid Teuku Umar, Setui, Kota Banda Aceh.



"Pasangan nonmuhrim atau bukan suami istri sah ini ditangkap saat berkhalwat di dalam mobil di kompleks Masjid Teuku Umar," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh Evendi A Latief di Banda Aceh, Rabu (15/10).



Pasangan ditangkap mesum tersebut, yakni laki-lakinya berinisial M (69) dan wanitanya berinisial R (43) yang beralamat di Aceh Besar.



Evendi menjelaskan, pasangan lanjut usia ini ditangkap dua polisi yang bertugas pengamanan di sebuah bank di sekitar kompleks masjid tersebut, Rabu (15/10) sekitar pukul 12.30 WIB. Keduanya diamankan dalam sebuah mobil minibus jenis Toyota Kijang.



Lalu, kata dia, pasangan ini dibawa ke Markas Polisi Sektor Bandaraya, Kota Banda Aceh. Sekitar pukul 15.00 WIB, pasangan ini diserahkan ke Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh.



Berdasarkan berita acara penyerahan dari kepolisian, kata Evendi, disebutkan bahwa pasang ini ditangkap saat berhubungan suami istri di jok belakang mobil minibus tersebut.



Pasangan ini mengaku melakukan hubungan suami istri sebanyak tiga kali. Ketiga hubungan terlarang tersebut dilakukan di dalam mobil, kata Evendi yang yang juga Kepala Seksi Penegakan Perundang-undangan dan Syariat Islam Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh.



"Kami belum bisa menjelaskan secara detail posisi kasusnya karena pasangan ini sedang menjalani pemeriksaan. Untuk sementara, pasangan ini melanggar Qanun Nomor 4 Tahun 2003 tentang khalwat atau mesum," kata dia.



Evendi mengatakan, pihaknya akan menyelesaikan penyidikan kasus mesum tersebut dan segera melimpahkannya ke jaksa penuntut umum di Kejaksaan Negeri Banda Aceh.



"Namun begitu, kami mengkhawatirkan kesediaan saksi-saksi, sehingga kasus ini bisa disidangkan di Mahkamah Syariat. Kami berharap dua polisi yang menangkap pasangan ini bersedia menjadi saksi," kata Evendi.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua